Langsung ke konten utama

Sepotong Rahasia Hati : Penantian yang Sia-sia



Angin mengalun sepoi-sepoi…
membuai seluruh makhluk ciptaanNya
Tak terkecuali pohon ara, yang selalu saja diam dan pemalu
Pesan dari angin telah sampai padanya
Dengan tegar dia menatap langit, dan perlahan menyibakkan ranting terujungnya
Si ranting mengangguk, seakan paham maksud tuannya, dia melepaskan pegangan tangannya dari daun yang berwarna tua kecokelatan
Daun tua itu kini telah menemui takdirnya, dirinya tak dibutuhkan lagi
Apa daya dia tak dapat melawan suratan nasibnya
Dia yang juga pemalu seperti tuannya kini hanya bisa pasrah
Hidupnya telah ditentukan angin, kemana angin mengembara dia akan selalu menjadi bagian di dalamnya
Daun tua yang tertiup angin itu telah berada di atas tanah, terpisah jauh dengan pemilik dirinya
Terabaikan oleh siapa saja yang melewatinya, terinjak-injak oleh siapa saja yang tak mengetahui dirinya berada di sana
Dia tertegun, rindu akan kebersamaanya dengan ranting, dengan teman sesama daun
Kalau saja dia bisa kembali, kalau saja angin tak menjemputnya, mungkin ceritanya akan berbeda…
Dia menangis tersedu-sedu dalam keheningan  sore hari beranjak malam
Dia menatap si tuan, dan dia melihat tuannya telah memiliki pengganti dirinya
yang jauh lebih muda, tak seperti dirinya yang telah rapuh
Perlahan diapun sadar, dia sadar dia adalah punguk yang merindukan bulan
Tak mungkin baginya untuk kembali karena semua telah tergantikan
Tak perlu baginya untuk penantian yang sia-sia itu, penantian yang membuat hati sakit tertusuk duri perasaan
Daun tua menyeka air matanya, tak apalah dirinya terbuang asalkan mereka bahagia
dan kemudian angin kembali mengajaknya pergi…
Saat itulah saat terakhir dia berada di tempat yang membuatnya bahagia
Kini, dia telah berkelana bersama angin dan tak terdengar kabarnya lagi…


*Inspired based on a love story. Its story was about a woman who feel alone in her whole life. When she looked at an interesting man, she thought she fall in love. But, she was wrong. That man has had a woman in his heart. She was sorrow, but finally she decided to move on and keep positive thought for anything she would get.

Komentar

Pos populer dari blog ini

MEKANISME KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT

Filamen aktin biasanya berhubungan dengan myosin yang mana bertanggung jawab untuk berbagai pergerakan sel. Myosin adalah prototipe dari penggerak molekuler - sebuah protein yang mengubah energi kimia dalam bentuk ATP menjadi energi gerak yang menghasilkan kekuatan dan pergerakan. Kebanyakan pergerakan umumnya adalah kontraksi otot yang memberi model untuk memahami interaksi aktin dan myosin dan aktivitas penggerak dari molekul myosin. Bagaimanapun juga, interaksi aktin dan myosin tidak hanya bertanggung jawab pada kontraksi otot tetapi juga untuk berbagai pergerakan sel non otot termasuk pembelahan sel. Sehingga interaksi diataranya memerankan peran yang penting di biologi sel. Lebih jauh, sitoskeleton aktin bertanggung jawab untuk pergerakan lambat sel menyeberangi permukaan yang terlihat digerakkan secara langsung oleh polimerisasi aktin dengan baik oleh intreaksi aktin - myosin. 1.Pendahuluan Sel otot merupakan sel yang terspesialisasi untuk satu tugas, kontraksi dan spesialisasi in…

PERKECAMBAHAN SERBUK SARI

LAPORAN PRAKTIKUM REPRODUKSI DAN EMBRIOLOGI TUMBUHAN PERKECAMBAHAN SERBUK SARI
Disusun Oleh : Kelompok 4 Pendidikan Biologi Subsidi 1.Hafidha Asni Akmalia            (08304241003) 2.Tuttus Sufi Kusuma LPS.       (08304241022) 3.Riza Sativani Hayati   (08304241029) 4.Nur Hidayah                           (08304241030) 5.Titis Nindiasari A.                   (08304241036)


JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2010 A.TUJUAN Mengamati serbuk sari yang berkecambah secara in vitro
B.DASAR TEORI Serbuk sari (pollen grain) adalah sebuah sel hidup yang berisi sel kelamin jantan pada bunga (mempunyai protoplasma) yang terbungkus oleh dinding sel. Dinding serbuk sari terdiri atas dua lapisan yaitu di bagian luar yang tebal dan keras disebut lapisan eksin dan sebelah dalam tipis seperti selaput disebut  intin. Pada permukaan eksin terdapat celah atau pori yang disebut apertura yang dapat digunakan oleh serbuk sari untuk jalan keluarnya buluh serbuk …

SISTEM EKSKRESI PEMERIKSAAN PROTEIN DALAM URINE DAN PEMERIKSAAN GLUKOSA DALAM URINE

SISTEM EKSKRESI PEMERIKSAAN PROTEIN DALAM URINE DAN PEMERIKSAAN GLUKOSA DALAM URINE


Disusun oleh :  Hafidha Asni Akmalia 08304241003
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Proses pembentukan urine beberapa tahapan, yaitu filtrasi glomeruler, reabsorspsi tubuler dan sekresi tubuler. Filtrasi merupakan perpindahan cairan dari glomerulus ke tubulus melewati membran filtrasi yang terdiri dari tiga lapisan yaitu sel endhotel glomerulus, membran basalis dan epitel kapsula bowman. Filtrasi terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara kapiler glomerulus dengan tubulus. Filtrasi menghasilkan ultrafiltrat yang mengandung air, garam anorganik,glukosa, asam amino, urea, asam urat, kreatinin dan tidak mengandung sel darah merah. Reabsorpsi tubuler adalah prpindahan cairan dari tubulus renalis ke kapiler peritubuler. Proses reabsorpsi bersifat selektif tergantung kebutuhan tubuh pada senyawa yang terdapat pada ultrafiltrat. Glukosa direa…