Langsung ke konten utama

Let’s Learn Bahasa Indonesia Lesson 2 : How to Make Active and Passive Voice in Bahasa Indonesia


Bahasa Indonesia is like English. It has two forms in sentence : active and passive voice.

Active form in English : S+V+O (+complement)
Passive form in English : O+to be+V3+by S

If we want to change active form into passive form, we need little alteration like we put Object at the beginning of sentence and Subject at the end of sentence. Then, we also give to be before V3 in passive voice. How about bahasa Indonesia? We have prefix that can help us to make a sentence. But, it’s different with English. English also has prefixes, right? Prefixes in English often use to give a negative meaning such as invisible, disappear, underestimate, etc. In bahasa Indonesia, there are many prefixes put in front of the verb or another parts of speech. The meaning of prefix in bahasa Indonesia is awalan. To make a passive voice, we usually use prefix like this : “di”. Firstly, I’ll give some examples for prefixes used in bahasa Indonesia :

“Me-“ : memakan (eat), menari (dance), menyapu (sweep)
“Di-“ : dimakan (to be+eaten), disapu (to be+swept)
“Ter-“ : tertinggi (the highest), tercantik (the most beautiful)
“Ke-“ : ketiga (the third), ketua (chairman)

From those examples, what is the conclusion? Can you conclude the meaning of every prefix? So, they don’t have the same meaning. Is it different with English, isn’t it? It doen’t give negative meaning like English. Prefix “di” is usually used in passive form. The structure of active and passive voice in bahasa Indonesia is like English.

Active form: S(Subjek)+V(Predikat)+O(Objek) (+complement(tambahan))
Passive form : O(Objek)+ prefix “di” +V(Predikat)+ S(Subjek)    
                                    
Let’s make the sentences :
Active :
E : Susi sweeps the room everyday / I : Susi menyapu ruangan setiap hari
Passive :
E : The room is swept by Susi everyday / I :  Ruangan disapu (oleh) Susi setiap hari

Active :
E : I don’t water my sister’s flower / I : Saya tidak menyiram bunga kakak saya
Passive :
E : My sister’s flower is not watered by me / I : Bunga kakak saya tidak disiram (oleh) saya

What is the main problem in active and passive voice? Look at the verb in both of the sentences. At the first sentence, we have “menyapu” in active form and “disapu” in passive form. Both of the words come from the noun getting prefix. From the noun “sapu” becomes the verb “menyapu” if it gets prefix “me” (me+sapu=menyapu). From the noun “sapu” becomes the verb “disapu” if it gets prefix “di” (di+sapu=disapu). May be, you are still confuse why the noun “sapu” that gets prefix “me” can’t become the verb “mesapu”. If we compare it with passive verb “disapu”, it is just added directly “ di+sapu=disapu”. Why can’t we add like that? The answer is the rules. We have some rules if we want to make a verb from another part of speech. But, I won’t explain the rules in this article now. May be, I’ll explain it another day. You can look at the dictionary, it can help you. So, the active  verb “menyapu” is not added directly like the passive verb “disapu”. At the second sentence, we have the verb “menyiram”. It comes from the verb “siram” becomes “menyiram (me+siram)” and “disiram (di+siram)”. I guess you have known how to make passive verb in this sentence, just add prefix “di-“ before the word “siram”. But, we have little problem here. Exactly the word “siram” is the active verb. Why do we add prefix “me” in front of it? Why don’t we just use it in the sentence?Is it active verb, isn’t? Why can’t we say : “saya tidak siram bunga kakak saya”? This word usually is used when we give order to somebody. Example : “Siram bunga itu!”. It means you want someone to water the flower. So, it doesn’t use at sentence that we want to make.
Sometimes, we need a combination between prefix and suffix to make an active or passive verb. For example :

Active :
E : Budi blames Tia / I : Budi menyalahkan Tia
Passive :
E : Tia is blamed by Budi / I : Tia disalahkan oleh Budi

Look at the verb “ menyalahkan” and “disalahkan”. They come from the noun “salah” that gets prefix and suffix. “Menyalahkan” comes from “me+salah+kan”, meanwhile “disalahkan” comes from “ di+salah+kan”. We don’t say “menyalah” or “disalah”. It’s not available in bahasa Indonesia. I’ll give another sentence :

Dita does herjob with me / Dita melakukan pekerjaannya dengan saya.
Herjob is done by Dita with me / Pekerjaannya dilakukan Dita dengan saya.

So, we have  some special words that get both prefix and suffix. Actually, there are many words like that. The dictionary can help you to identify what they are. You have just to remember the structure of active and passive voice. Passive voice get prefix “di-“ to make passive verb and active voice get prefix “me-“ to make active verb. But, active verb can have another form like bermain (play). If I have these sentences :

Dia bermain di taman.
Dia mempermainkan rambut saya.

Which one is the correct sentence? The answer is both of them. At the first sentence, “bermain” means plays. At the second sentence, “mempermainkan” means making a fool. They are different, aren’t they? Don’t be confuse. Just look at the dictionary, it is more helpful.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEKANISME KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT

Filamen aktin biasanya berhubungan dengan myosin yang mana bertanggung jawab untuk berbagai pergerakan sel. Myosin adalah prototipe dari penggerak molekuler - sebuah protein yang mengubah energi kimia dalam bentuk ATP menjadi energi gerak yang menghasilkan kekuatan dan pergerakan. Kebanyakan pergerakan umumnya adalah kontraksi otot yang memberi model untuk memahami interaksi aktin dan myosin dan aktivitas penggerak dari molekul myosin. Bagaimanapun juga, interaksi aktin dan myosin tidak hanya bertanggung jawab pada kontraksi otot tetapi juga untuk berbagai pergerakan sel non otot termasuk pembelahan sel. Sehingga interaksi diataranya memerankan peran yang penting di biologi sel. Lebih jauh, sitoskeleton aktin bertanggung jawab untuk pergerakan lambat sel menyeberangi permukaan yang terlihat digerakkan secara langsung oleh polimerisasi aktin dengan baik oleh intreaksi aktin - myosin. 1.Pendahuluan Sel otot merupakan sel yang terspesialisasi untuk satu tugas, kontraksi dan spesialisasi in…

PERKECAMBAHAN SERBUK SARI

LAPORAN PRAKTIKUM REPRODUKSI DAN EMBRIOLOGI TUMBUHAN PERKECAMBAHAN SERBUK SARI
Disusun Oleh : Kelompok 4 Pendidikan Biologi Subsidi 1.Hafidha Asni Akmalia            (08304241003) 2.Tuttus Sufi Kusuma LPS.       (08304241022) 3.Riza Sativani Hayati   (08304241029) 4.Nur Hidayah                           (08304241030) 5.Titis Nindiasari A.                   (08304241036)


JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2010 A.TUJUAN Mengamati serbuk sari yang berkecambah secara in vitro
B.DASAR TEORI Serbuk sari (pollen grain) adalah sebuah sel hidup yang berisi sel kelamin jantan pada bunga (mempunyai protoplasma) yang terbungkus oleh dinding sel. Dinding serbuk sari terdiri atas dua lapisan yaitu di bagian luar yang tebal dan keras disebut lapisan eksin dan sebelah dalam tipis seperti selaput disebut  intin. Pada permukaan eksin terdapat celah atau pori yang disebut apertura yang dapat digunakan oleh serbuk sari untuk jalan keluarnya buluh serbuk …

PERAN ORGANISME DALAM PROSES PEMBENTUKAN DAN PERKEMBANGAN TANAH

MAKALAH BIOLOGI TANAH PERAN ORGANISME DALAM PROSES PEMBENTUKAN DAN PERKEMBANGAN TANAH Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Biologi Tanah






Disusun Oleh : Hafidha Asni Akmalia                08304241003 Alfiah Nurul Wahidah                 08304241019 Muhammad Radian N.A.            08304241034



JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2011

BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernafas dan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme. Bagi sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak. Tanah berasal dari pelapukan batuan dengan bantuan organisme, membentuk tubuh unik yang menutupi batuan. Proses pembentukan tanah dikenal sebagai pedogenesis. Proses yan…