Langsung ke konten utama

Melancong ke Candi-Candi



3 minggu yang lalu, aku bersama temanku Adnin pergi kencan :). Yak, karena kami hanya berdua saja, maka tak jauh bedanya dengan kencan, bukan? Hah, demi apah! Oke..intinya kami pergi berwisata ke candi-candi yang ada di Klaten, Jawa Tengah..dan sebenere kami juga nggak tau jalan, asal aja liet peta gitu. Seperti biasa, jam yang kami punyai adalah jam karet yang elastis hingga keberangkatan mundur 1 jam. Alhasil, kami baru berangkat dari Jogja pukul setengah 11 an..Setelah menyusuri panjangnya jalan Solo, tibalah kami di destinasi pertama. Adalah Candi Sari yang menjadi tempat kami bernarsis ria...

CANDI SARI



Secara administratif, candi Sari terletak di dusun Bendan, desa Tirtomartani, kecamatan Kalasan. Candi ini pertama kali ditemukan dalam kondisi rusak, meski seluruh bangunan tidak menampakkan roboh yakni sesuai gambaran H.N.Sieburg tahun 1840. Di tahun 1929/1930, candi Sari pertama kali dipugar meski dalam kondisi tidak sempuran yakni bagian selasar keliling bangunan, penampil pada pintu masuk serta stupa atap tidak terpasang utuh karena sisa-sisanya telah hilang. Pada dinding luar candi dipahatkan relief Bodhisatwa sejumlah 38 buah yaitu 8 di sisi timur, 8 di sisi utara, 8 di sisi selatan, dan 14 di sisi barat. Relief tersebut digambarkan berdiri dengan memegang bunga teratai. Sedangkan pada sisi kanan dan kiri jendela yang ada di candi dipahatkan makhluk khayangan berwujud kinara dan kinari (makhluk bertubuh burung dengan kepala manusia).

Jadi gini..candi Sari ini termasuk dalam deretan candi yang gak bikin kantong kering. Yupi..tidak lain adalah karena tidak ditarik retribusi saat masuk alias gratis. Anak kos mana anak kos..buruan sotret-sotret di sana gih..#promosi. Kalau aku liet dari bentuk2nya sih mirip rumah malah, soalnya banyak jendelanya..Kayaknya sih ini candi Budha, ada stupanya gitu di atas. Kayaknya...Ini dalemannya..


Ya gitu..isinya relief2 sama batu2. Overall..it's good enough. Gak sebagus Borobudur, ya ealah. Secara Borobudur kan uda yang wah nan megah. Tampaknya saat aku kesana tu gak direstui sama cuaca. Mendadak turun hujan lebat dan kami hrus ngungsi ke rumah penjaga. Pas reda mau foto2 lagi tiba2 grimis turun. Nasip emang. Dipikir2 kami tuh aneh, akhirnya nekat grimis2 jeprat jepret sampe dilietin penduduk sekitar. Kebetulan di area candi mau ada acara malemnya dan para warga sibuk masangin dekorasi. Mereka pada lietin aku sama temenku gitu, and i was sure they thought that we were random girls. Haha..



Candi kedua yang menjadi korban ke-eksisan selanjutnya adalah Candi Sewu. Awalnya kami tak niat pergi kesana. Setelah dari Candi Sari, kami rencananya mau ke Candi Plaosan. Nah..pas mau belok ke arah Candi Plaosan kok liet Candi Sewu dan ada pos penjagaan di belakang. Setau temenku, kalo mau masuk Candi Sewu tu lewat depan dan itu artinya harus sekalian masuk ke Candi Prambanan. Tau sendiri kan Candi Prambanan sodaraan sama Candi Borobudur karena levelnya yang udah go international, pastilah tiket masuknya juga mahal, for boarding student maksudnya..Melihat pos penjaga yang ada di belakang, kami memberanikan diri bertanya apakah kami bisa masuk lewat situ atau nggak. Temenku yang nanya..aku sendiri sedang sibuk melipat jas hujanku tak jauh dari pintu gerbang. Akhirnya, temenku memberi isyarat bahwa kami bisa masuk ke Candi Sewu lewat situ. "Eh, ono 5 ewuan?"tanyanya. Aku pikir itu retribusi yang harus dibayar. Aku memberikan uang 5 ribuan dan dia mengambil uang 2 ribu dari sakunya. Total 7 ribu untuk berdua. Oke..motorku langsung kuparkir dan kunci dobel sesuai saran pak penjaga. Nah..sembari mendekati Candi Sewu, temenku bilang kalo aslinya itu bukan jalan masuk ke Candi Sewu. Loh??? Iya, jadi pas awalnya pak penjaga bilang gitu, terus temenku ditanyain dari mana, dan dia jawab dari U** (one of famous univ in Jogjah :D). Tiga hurup keramat inilah yang tampaknya membuat pak penjaga melunak. "Ya sudah mbak, nanti bayar seikhlasnya saja gak papa,"he said. Bhahahaha...jadi ceritanya kami ini masuk ke sana secara ilegal. Hahah..kami pun berpuas2 ria bergaya di Candi Sewu yang banyak candinya itu..

CANDI SEWU


Itu lho...banyak batu2 yang berserakan. Entah nunggu dipugar atau emang gak ketemu sambungannya aku kurang tahu. Disana emang masih ada yang mau dipugar, baru dibikin dasarnya. Tapi bisa juga sih tuh batuan gak ketemu benang merahnya. Kadang kan kayak gitu, ada yang cuma batu rata padahal sampingnya bentuk kepala monster misalnya..ada relief yang buntung lah kayak ini..


Kasihan sekali, prajurit tak berlengan dari Candi Sewu. Candi Sewu ini aku kurang tau Budha or Hindu. Habis ada stupa2nya sih..Tapi kayaknya sih Hindu. Aku juga kurang ngerti apakah ini candi termasuk candi yang dibuat oleh Bandung Bondowoso untuk Roro Jonggrang dalam legenda itu atau bukan. Kan critanya dia bikin seribu candi to..kayaknya sih selain Prambanan, candi ini juga masuk itungan sebagai seribu candi yang dimaksud. Kayaknya...Gak tau juga ding. Dari tadi kok kayaknya trus sih..Lha gimana lagi wong akunya juga gak ngerti je..


Yoho..ciamik sekali sodara2. Keren menurutku :D. Di perjalanan kembali ke pos penjagaan, kami nglewatin sebuah ruangan beruji besi yang isinya arca2..


Palingan itu arca ditaruh disana untuk menghindari pencurian dari maling ataupun dari tangan2 jahil macem tanganku ini :D. Inget kan, tanganku ini hobinya corat-coret..kalau arca2 itu diletakkan di candinya masing2, besar kemungkinan tanganku ini akan menjahilinya..nyoretin arca pake tip-x atau membubuhkan tanda tanganku di kepala arca. Haha..sok penting banget.

Beranjaklah kami dari Candi Sewu menuju Candi Plaosan yang diketahui memiliki Plaosan Lor dan Plaosan Kidul..

CANDI PLAOSAN LOR DAN KIDUL



Kalo ini Plaosan Lor...Pertama yang dikunjungi emang Plaosan Lor. Sama seperti Candi Sewu, Candi Plaosan Lor ini masih banyak batu2 yang tergeletak tak bertuan dan masih ada yang mau dipugar. Retribusinya 10 ribu berdua udah sekalian yang Lor sama Kidul..

Candi Plaosan Lor terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Didirikan oleh dinasti Syailendra yang juga membangun Candi Borobudur dan Candi Sewu. Perhatian dan penelitian terhadap candi ini sudah dimulai sejak pemerintahan kolonial Belanda. Salah satu hasil penelitian yang menarik yaitu ditemukannya parit berukuran 440 x 270 m yang mengelilingi konpleks candi beserta temuan lepas berupa ribuan fragmen gerabah dan beberapa keramik asing di dalamnya. Kemungkinan besar, parit tersebut di dalamnya dimanfaatkan untuk menurunkan air tanah di kompleks candi agar tanahnya padat.

Ini aku kutip dari penjelasan yang ada di papan sana. Uda ditulis bahwa dinasti Syailendra yang membangun candi Plaosan, Borobudur, dan Sewu. Jadi, apa yang aku kira sebelumnya bahwa candi Sewu itu bikinan Bandung Bondowoso berarti gak bener nih? Ya emang itu hanya legenda sih..kali aja beneran dinasti Syailendra yang mbangun.. Hmm..I'm still bewildered 'bout it.

Oke lanjut masuk. Di dalemnya..surprise....:D Ada arca di sana. Ee tumben..Posisinya kaki bersila sebelah dengan tangan kayak lagi dzikir :)


I was with them..untungnya aku lagi gak bawa spidol, bisa2 entar tu arca penuh coretan tanda tanganku :P. 



Kalo itu candi kecil2 yang ngelilingin kompleks candi utama Plaosan Lor. Itu gak bisa dimasukin kayak candi utama. Ya cuman bangunan berelief gitu. Tapi keren banget deh, buat foto2 oke, buat petak umpet juga bisa..


Hehey...mari lanjutkan ke candi sebelah..dialah Candi Plaosan Kidul. Letaknya gak jauh2 amat dari Plaosan Lor. Tinggal nyebrang ke arah kidul..ketemu deh.


Penampakannya...yah, beda 180 derajat dengan kakaknya. Bila Plaosan Lor adalah kompleks candi yang terawat dengan keadaan candi yang cukup bagus, tidak demikian dengan si adik ini. Plaosan Kidul terkesan kucel cel..candinya kecil-kecil. Mana itu gak terawat lagi. Bandingkan aja, di Plaosan Lor, paling tidak tanahnya ada yang sudah berumput tapi kalau di Plaosan Kidul ini tanahnya banyak pasir dan berdebu. Kasian dia. Pantes aja yang kesana dikit. Kemaren aja cuma ada aku dan temenku. Selebihnya adalah ayam-ayam tersesat yang lagi cari makan. Nih kalo gak percaya..


Itu yang ke-detect kamera cuma 2 bulir. Di deket pintu masuk ada precil-precil yang nggerombol. Kadang lari2 gak jelas gitu macem kesurupan liet kami berjalan ke arah mereka. 
Agak sayang memang. Yah, aku berharap sih candi ini dipercantik lagi biar yang berkunjung juga banyak, gak cuman ayam-ayam itu doang. Ayam mah enak, masuk tinggal masuk tanpa bayar sepeserpun.

Akhirnya, destinasi candi terakhir dialamatkan pada Candi Barong. Candi yang cukup unik dan berbeda dengan candi kebanyakan...

CANDI BARONG



Candi Barong adalah salah satu candi Hindu yang berada di atas bukit Batur Agung sekitar 199,27 m dpl. Candi ini terletak di dusun Candisari, desa Sambirejo, kecamatan Prambanan. Candi Barong dibangun sekitar abad 9-10 Masehi yang ditemukan awal abad 20 dalam kondisi runtuh. Terdapat 3 teras dalam candi ini yakni teras II dan III yang berupa halaman candi dan teras I yang terdapat dua buah candi. Upaya pemugaran candi dilakukan tahun 1987 dan selanjutnya selesai tahun 1992. Pemugaran kembali dilakukan terhadap talud dan pagar yang pada akhirnya ditemukan sejumlah temuan arkeologis seperti arca dewa Wisnu 2 buah, arca dewi Sri 2 buah, 2 buah arca yang belum selesai dan 1 arca Ganesha, serta ditemukan kotak-kotak peripih dari bahan batu andesit dan batu putih. Di dalam salah satu peripih tersebut ditemukan lembaran tipis perak dan emas. Selain itu juga terdapat peralatan seperti mangkuk keramik, guci, mata kapak, dan sendok.

Aslinya kami bingung jalan mau ke Candi Barong. Aku yang mboncengin si Adnin hanya ngasal aja sampai akhirnya kami menemukan jalan yang mencurigakan. Jalannya naik turun dan sejujurnya aku takut kalau2 kami tidak berada pada jalur sebenarnya. Kamipun bertanya pada penduduk sekitar dan untungnya emang bener tu jalan. Seorang bapak yang baik hati bahkan mengantarkan kami walau tak sampai tujuan. Si bapak  bilang "Monggo sareng kulo." Kami ngikutin beliau dan sesampai di percabangan jalan, si bapak belok kanan ,"Teras lurus mawon mangke candine wonten teng sebelah kanan. Menawi ajeng teng Boko (Candi Boko-red) niki dalane,"katanya sambil menunjukkan jalan yang dimaksud. Kami berterimakasih dan si bapak kemudian berlalu. Akhirnya kami menyusuri jalan yang ditunjukkan dan selamat sampai tujuan. Berita gembiranya sodara..di sini seperti Candi Sari, tidak ada pungutan apapun. Yehe...gratisss :D

Candi Barong ini unik pembaca..kalo candi lain biasanya memusat ke tengah, candi ini justru memusat ke belakang. Tak kalah uniknya yaitu jalan masuk ke dua buah candi di teras I. Coba liat di gambar atas dimanakah jalan masuk menuju candi? Candi itu dikelilingi semacem pinggiran yang miring. So, mana mungkin kita naek di batu yang miring kan. Bisa2 kita ntar melorot lagi. Oke, jadi jalan masuknya tuh ada di sebelah kanan pada gambar. Ntar ada tangganya masuk ke sana dan sampailah di halaman candi yang mirip lapangan bola. 


Yeah...candi yang lucu sekali. Aku sih menduga ini mirip untuk pagelaran seni gitu. Habisnya kalau kita sampai di candinya, kita akan serasa berada di panggung pertunjukan. Jadi, halaman candi itu tanahnya lebih rendah daripada candi sono. Bisa jadi dahulunya ini dipake buat pertunjukan apa gitu, tari-tari misalnya. 


Candinya kecil dan hanya berjumlah 2 buah. Buat aku, spesialnya bukan di bangunan candinya tapi lebih ke arah konsep/desain candinya malah. As i told you, candi ini mirip panggung. So, kita bisa pura2 konser disini. Bisa sepuasnya joget2..Penontonnya?Adalah jin-jin yang diem2 ada di sekitaran candi nglietin kita kayak orang gila. hahahh...


Liet kan itu jin-jin pada nyorakin. Itu lhoo...yang di pohon2. Hahaha..

Oke. Candi Barong ini sayang sekali menjadi candi terakhir yang kami kunjungi. Sebenere kami mau ke Candi Ijo, tapi malangnya camdigku habis baterenya. Jadi ya sudahlah, lain waktu bisa ke sana mungkin. Tapi tetep impianku ke Borobudur dong, semoga aja aku ada waktu bisa ke sana with my..entahlah..friends, or my family :D. Okee..itulah sekelumit cerita melancongku ke candi2. Bahagia aku bisa melihat candi2 tersebut sebagai bukti kejayaan nusantara tercinta. Aku bangga menjadi orang Indonesia :)

Komentar

  1. Jogjakarta memang kaya akan peninggalan sejarah berupa candi..

    keren2

    BalasHapus

Posting Komentar

Pos populer dari blog ini

MEKANISME KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT

Filamen aktin biasanya berhubungan dengan myosin yang mana bertanggung jawab untuk berbagai pergerakan sel. Myosin adalah prototipe dari penggerak molekuler - sebuah protein yang mengubah energi kimia dalam bentuk ATP menjadi energi gerak yang menghasilkan kekuatan dan pergerakan. Kebanyakan pergerakan umumnya adalah kontraksi otot yang memberi model untuk memahami interaksi aktin dan myosin dan aktivitas penggerak dari molekul myosin. Bagaimanapun juga, interaksi aktin dan myosin tidak hanya bertanggung jawab pada kontraksi otot tetapi juga untuk berbagai pergerakan sel non otot termasuk pembelahan sel. Sehingga interaksi diataranya memerankan peran yang penting di biologi sel. Lebih jauh, sitoskeleton aktin bertanggung jawab untuk pergerakan lambat sel menyeberangi permukaan yang terlihat digerakkan secara langsung oleh polimerisasi aktin dengan baik oleh intreaksi aktin - myosin. 1.Pendahuluan Sel otot merupakan sel yang terspesialisasi untuk satu tugas, kontraksi dan spesialisasi in…

PERKECAMBAHAN SERBUK SARI

LAPORAN PRAKTIKUM REPRODUKSI DAN EMBRIOLOGI TUMBUHAN PERKECAMBAHAN SERBUK SARI
Disusun Oleh : Kelompok 4 Pendidikan Biologi Subsidi 1.Hafidha Asni Akmalia            (08304241003) 2.Tuttus Sufi Kusuma LPS.       (08304241022) 3.Riza Sativani Hayati   (08304241029) 4.Nur Hidayah                           (08304241030) 5.Titis Nindiasari A.                   (08304241036)


JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2010 A.TUJUAN Mengamati serbuk sari yang berkecambah secara in vitro
B.DASAR TEORI Serbuk sari (pollen grain) adalah sebuah sel hidup yang berisi sel kelamin jantan pada bunga (mempunyai protoplasma) yang terbungkus oleh dinding sel. Dinding serbuk sari terdiri atas dua lapisan yaitu di bagian luar yang tebal dan keras disebut lapisan eksin dan sebelah dalam tipis seperti selaput disebut  intin. Pada permukaan eksin terdapat celah atau pori yang disebut apertura yang dapat digunakan oleh serbuk sari untuk jalan keluarnya buluh serbuk …

SISTEM EKSKRESI PEMERIKSAAN PROTEIN DALAM URINE DAN PEMERIKSAAN GLUKOSA DALAM URINE

SISTEM EKSKRESI PEMERIKSAAN PROTEIN DALAM URINE DAN PEMERIKSAAN GLUKOSA DALAM URINE


Disusun oleh :  Hafidha Asni Akmalia 08304241003
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Proses pembentukan urine beberapa tahapan, yaitu filtrasi glomeruler, reabsorspsi tubuler dan sekresi tubuler. Filtrasi merupakan perpindahan cairan dari glomerulus ke tubulus melewati membran filtrasi yang terdiri dari tiga lapisan yaitu sel endhotel glomerulus, membran basalis dan epitel kapsula bowman. Filtrasi terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara kapiler glomerulus dengan tubulus. Filtrasi menghasilkan ultrafiltrat yang mengandung air, garam anorganik,glukosa, asam amino, urea, asam urat, kreatinin dan tidak mengandung sel darah merah. Reabsorpsi tubuler adalah prpindahan cairan dari tubulus renalis ke kapiler peritubuler. Proses reabsorpsi bersifat selektif tergantung kebutuhan tubuh pada senyawa yang terdapat pada ultrafiltrat. Glukosa direa…