Langsung ke konten utama

Lejitkan Hidden Passion Bersama Acer Aspire P3 Hybrid Ultrabook



Setiap orang pastilah memiliki hidden passionnya masing-masing, termasuk aku. Passion diartikan sebagai keinginan besar atau ketertarikan terhadap suatu hal. Sering banget orang bilang : passion is your stepping stone, passion itu adalah batu loncatan kamu. Loncatan kemana? Ke arah kesuksesan pastinya. Aku pun  mempunyai hidden passionku yang aku gunakan sebagai batu loncatan untuk membuat diriku sendiri bermanfaat untuk orang lain. Buat aku pribadi, kesuksesanku adalah menjadi orang yang bermanfaat. Bukankah sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat untuk orang lain? Maka dari itu, melalui passionku ini, aku berharap ke depan aku menjadi apa yang aku inginkan yakni orang yang berguna bagi diriku sendiri, orang tua, dan tentunya orang lain. 

Sebenarnya, cerita tentang hidden passionku ini sudah aku ceritakan sedikit jauh hari sebelum adanya lomba blog Acer ini. Berhubung Acer mengadakan lomba blog yang temanya sebenarnya sudah aku tulis sebelumnya, namun tak salah bukan bila aku menulis kembali. Toh tulisanku yang kemarin dalam bahasa Inggris (sok-sok ke Inggrisan lebih tepatnya), yang masih semrawut tata bahasanya. Jadi tulisanku yang sekarang ini aku ikutsertakan dalam lomba blog yang diadakan oleh Acer. Temanya pas sekali dengan kondisiku sekarang ini, yakni tentang hidden passion dan bagaimana mewujudkannya dengan bantuan teknologi. Sekarang aku akan bercerita lebih banyak lagi tentang keinginanku yang sedang aku wujudkan ini. Okey, here we go...

Dahulu sewaktu SD, aku mempunyai banyak sekali buku kosong yang tak terpakai hadiah ulangtahunku dari teman-teman. Mengapa tak kupakai untuk menulis catatan pelajaran di sekolah? Karena pada waktu itu kami sudah mempunyai buku khusus bersampul sekolah yang kami pakai untuk mencatat pelajaran. Sekolah memberikan buku itu sebanyak 20 buku, jadi saat aku SD dulu, aku nyaris tak memakai buku-buku hadiah ulangtahunku itu. Aku pun berpikir, akan aku gunakan untuk apa buku-buku itu? Setelah berpikir masak-masak, akupun memutuskan untuk menulis cerita pendek karanganku sendiri di buku tersebut. Pertama kali aku menulis, aku merasa canggung. Aku tak tahu harus menulis apa, bagaimana karakter tokohnya, alurnya, dan hal-hal lain yang aku masih bingung. Namun, aku tetap saja menulis menuruti kehendak hati dan pada akhirnya 3 buah cerpen aku selesaikan. Tak sengaja buku berisi cerpen karyaku terbawa di sekolah dan teman sebangkuku membacanya. Tak kusangka dia berkata bahwa dia senang membaca cerpenku. Selanjutnya teman-teman lain juga ikut membacanya dan mereka juga berkata bahwa cerpenku bagus. Mereka ingin aku membuat cerpen lain lagi dan itulah yang mendorongku untuk menulis. Aku tak tahu mengapa aku sangat senang ketika teman-temanku membaca karyaku. Aku mulai giat menulis sampai akhirnya aku menginjak bangku SMP. Saat aku SMP aku mengkuti lomba menulis bertema Remaja dan Narkoba, akupun mendapat juara harapan I. Sungguh sangat menyenangkan sekali menulis, apalagi mendapat piala dan uang sebagai penghargaan. Sekalipun itu hanya juara harapan, aku tetap senang dan bangga terhadap diriku sendiri. Hal itu semakin memacuku untuk menulis, menulis, dan menulis, pun sampai aku berada di bangku SMA.



Waktu mulai bergulir dan tak terasa aku memasuki dunia perkuliahan yang notabene sangat padat. Setiap hari aku berangkat jam 7 pagi dan pulang kos jam 5 sore. Sebagian hariku aku habiskan di kampus untuk  mengikuti kuliah atau mengerjakan tugas kelompok. Pulang dari kampus, aku berada di kos untuk mengerjakan tugas individu. Sangat melelahkan sekali. Aku tak punya waktu untuk menulis lagi. Bahkan, kuliah telah membuatku terkungkung dalam ketidakrealistisanku. Aku lupa dengan duniaku sendiri, dunia menulis. Aku tersesat mencari diriku sendiri. Aku tentu memiliki harapan bahwa aku bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, namun karena aku yang tersesat dalam ketidaktahuanku, maka aku tak tahu bagaimana aku dapat menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama. Sampai akhirnya tak sengaja melihat sebuah website yang menginformasikan tentang lomba-lomba menulis. Akupun sadar bahwa aku telah melupakan duniaku itu yang seharusnya tak kutinggalkan. Aku berpikir bahwa dengan menulis aku dapat menjadi orang bermanfaat baik bagi diriku sendiri maupun orang lain. Aku mulai menulis kembali dan mengirimkan karya-karyaku ke lomba yang ada. Menulis itu memang tak mudah, Kawan. Tetapi aku terus berusaha untuk mengembangkan bahasa tulisanku dengan dukungan teknologi sekarang ini yang sangat praktis dan memudahkan. Dulu, cerpen-cerpenku di buku saat aku SD masih dalam bentuk tulisan tangan yang kurang rapi. Maka dari itu, aku berinisiatif menulis ulang ke dalam lembaran kertas dengan diketik. Ya, menggunakan mesin ketik. Kalau ada tulisan yang salah, bener-bener bikin repot. Kadang aku tip-X atau aku ganti dengan kertas yang baru. Jaman aku dulu baru ada komputer pentium 1 atau 2 yang harganya selangit, dan keluargaku belum memilikinya pada waktu itu. Alhasil, mesin ketik menjadi sahabat setiaku dulu. Nah, sekarang ini ceritanya jelas berbeda. Jaman telah memberikan ruang untuk inovasi-inovasi teknologi hingga menghasilkan produk-produk yang sangat membantu kegiatan orang-orang. Laptop, notebook, sejatinya adalah transformasi dari komputer yang penggunaanya lebih efektif dan efisien. Bersama laptop Acerku tercinta ini, aku merangkai kata demi kata menjadi sebuah tulisan yang menjadi simbol pembuktian diriku sendiri.

Doc pribadi

Aku sangat terbantu dengan teknologi sekarang ini, apalagi dengan kehadiran internet. Lewat internet aku bisa belajar dari karya-karya orang lain yang dipublikasikan ke dunia maya. Lewat internet aku dapat mengunduh buku-buku yang dapat memperkaya bahasa tulisanku. Lewat internet pula aku dapat mencari inspirasi untuk bahan tulisanku. Internet jelas sangat membantu kepentinganku. Apalagi lomba-lomba menulis yang aku ikuti belakangan ini selalu wajib kontak dengan internet, entah itu lomba-lomba blog semacam ini atau karya dalam bentuk soft file yang harus dikirimkan.

Sebenarnya, aku terkadang juga mencari inspirasi dari hal-hal yang aku lihat di sekelilingku. Aku akan mencatatnya di hape atau di buku yang kubawa ketika aku melihat sesuatu yang layak aku tulis.

Doc pribadi

Ribet memang. Aku harus menulis di buku yang jelas-jelas tidak praktis, atau di hape jadulku yang juga merepotkan karena karakternya terbatas sehingga membuatku harus mengedit kata-kataku kembali. Mungkin ada yang bertanya mengapa tak kugunakan saja laptopku itu? Aku ingin membawanya untuk mencatat tiap-tiap mozaik kehidupan yang lewat di depan mataku, tetapi apa dayaku karena baterai laptopku itu sudah usang. Jadi, laptopku ini hanya bisa menyala bila ada aliran listrik. Jelas aku tak mungkin membawanya kemana aku suka. Terlebih lagi laptoku ini tergolong berat dan mengambil sebagian ruang dalam tasku. Repot kan..., nah maka dari itu aku berpikir bahwa kehadiran tablet atau notebook akan mempermudahku untuk mencapai keinginan yang sedang kuperjuangkan ini. Tablet atau notebook yang mudah dibawa dan lebih ringan akan menjadi teknologi yang cocok untukku, dan tak salah bila aku melirik Acer Aspire P3 sebagai teknologi yang dapat memenuhi kebutuhanku.

Review Acer Aspire P3 Hybrid Ultrabook

Unik. Itulah label produk Acer satu ini. Menggunakan Acer Aspire P3 ini serasa kita mempunyai 2 produk dalam 1 kesatuan karena Acer Aspire P3 merupakan perangkat dengan layar sentuh layaknya tablet dan kemampuan mengetik bagai notebook. 



Fleksibilitas adalah konsepnya. Kita dapat memunculkan keyboardnya dan menggunakannya sebagai ultrabook atau menjadikannya tablet pada umumnya. Apalagi produk ini mengusung sistem operasi windows terbaru yakni windows 8 dengan fitur-fitur keren yang menawarkan kemudahan penggunanya. Tampilannya pun stylish dan ramping dengan warna silver dan berbahan dasar alumunium yang terasa solid ketika digenggam. Dimensi dari perangkat ini adalah 190.77 (W) x 295.4 (D) x 9.95/10.15 (H) mm dengan berat hanya 0.79 kg ketika dalam posisi tablet. Layarnya berukuran 11.6” dengan resolusi 1366×768 dengan sudut pandang yang lebar hingga 178 derajat.



Selain itu, Acer Aspire P3 juga dilengkapi dengan 2 buah kamera yang tertanam di bagian depan dan belakang. Kamera bagian depan dapat merekam sampai 720p dan dapat digunakan untuk kebutuhan video conference sementara kamera belakang dengan kekuatan 5MP jelas akan memberikan gambar yang jernih dan bagus. Fitur Dolby Home Theater untuk headphone dan built-in speaker pun siap memberikan kualitas terbaik untuk kita. Perangkat ini hadir dalam dua pilihan prosesor yaitu Intel Core i3 dan Intel Core i5 yang bertenaga serta hemat energi dan dilengkapi dengan storage SSD yang memiliki kemampuan 5x lebih cepat dari HDD standard. Masalah baterai, jangan khawatir karena Acer Aspire P3 menggunakan daya baterai sebesar 4800mAh sehingga tahan hidup selama 4 jam 17 menit untuk menonton film HD 720P dan dapat bertahan hidup selama 4 jam 8 menit untuk browsing melalui jalur data WIFI. Untuk konektivitas sendiri, Acer Aspire P3 ini dilengkapi dengan Acer InviLink Nplify WiFi 802.11a/b/g/n dan Bluetooth 4.0 untuk terhubung ke perangkat penunjang lain secara nirkabel. Di samping layar, terdapat port USB3.0 dan Micro HDMI yang mendukung  fungsi dari Hybrid Ultrabook™ ini.

Sumber : 
http://www.acerid.com/2013/05/aspire-p3-hybrid-ultrabook-definisi-sebenarnya-dari-notebook-masa-depan/



Spesifikasi Acer Aspire P3

Layar
 11.6 Inch HD dengan teknologi IPS
Kapasitas Penyimpanan
SSD 120 Gigabyte
Warna
Silver
Tipe Processor
Intel
Fitur Tampilan
HD
Fitur
Primary Camera|Touchscreen|Dual Core
Input
USB
Output
3.5mm jack|VGA|HDMI
Koneksi Nirkabel
Bluetooth 4.0|Acer InviLink Nplify WiFi 802. 11 a/b/g/n 
Tipe Memori
DDR3 2 Gigabyte
Kamera Depan
720p
Kamera Belakang
5 MP
USB Port
1 x USB
Resolusi Layar
1366 x 768
Kapasitas Baterai
4800 mAh
Video HD
Ya
Resolusi Video
1280 x 720
HDMI Port
Ya, Micro HDMI
Tipe Layar
LED
Fitur Audio
Dolby HT v4
Sistem Operasi
Windows 8
Tipe Processor
Intel Core i5-3339Y , Intel Core i3-3229Y 1.4 GHz

Dengan menggunakan Acer Aspire P3 ini kita dapat dimudahkan dengan kegiatan-kegiatan kita sekaligus mendapatkan fungsi hiburan yang berkualitas. Bahkan, Acer Aspire P3 telah membantu seorang bernama Vernon yang berhasil menggapai impiannya menjadi DJ terkenal seperti yang diceritakannya video berikut ini :


video

DJ Vernon sangat terbantu dengan teknologi yang terdapat dalam Acer Aspire P3. Dia sangat menginspirasi dan membuktikan ke banyak orang bahwa teknologi tepat dapat membantu mencapai keinginan yang terpendam. Aku sendiri sangat ingin seperti Vernon yang telah menggenggam mimpinya. Sejauh ini, lomba-lomba yang kuikuti belum ada yang pernah menang, bahkan masuk dalam daftar finalis saja tidak. Kecewa sih pasti, tetapi aku selalu meyakinkan pada diriku sendiri bahwa yang namanya usaha memang panjang dan butuh pengorbanan. Maka aku tetap terus semangat untuk mencapai keinginanku yakni menjadi orang yang bermanfaat melalui passionku ini : menulis. Sampai sekarang, aku masih menulis cerpen-cerpen seperti jaman aku SD dulu, dan aku sendiri sebenarnya berkeinginan menjadi penulis buku cerita anak-anak. Dengan menulis cerita anak-anak, maka aku berharap dapat memberikan pesan moral yang baik untuk anak-anak. Dan itulah yang sedang kuusahakan sekarang ini. Aku berharap aku dapat menggapainya dan mewujudkan keinginanku selama ini. Aamiin.

Seperti yang telah aku katakan dari awal bahwa tiap orang memiliki passion. Bila ada seseorang berkata bahwa dia tidak memiliki passion apapun, menurutku sendiri dia belum menyadarinya. Belum sadar, bukan tidak memiliki. Aku yakin kita-kita ini pasti memiliki passion masing-masing. Nah...aku sudah bercerita mengenai passionku di tulisan atas. Sekarang giliran kawan-kawan bercerita tentang passion kalian sendiri. Caranya dengan mengikuti lomba blog yang diadakan oleh Acer dengan tema hidden passion dan bagaimana teknologi dan Acer Aspire P3 Hybrid Ultrabook membantu mewujudkannya



Sebelumnya like dan follow dulu di :

FP : Acer Indonesia
Twitter : @acerID

(follow aku di @Akmalia1003 juga boleh kok :P)

untuk mendapatkan informasi mengenai lomba blog ini. Ayo, segera buat tulisanmu dan saling berbagi cerita satu sama lain. Bersama-sama kita bisa lejitkan hidden passion kita masing-masing dengan Acer Aspire P3 Hybrid Ultrabook.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEKANISME KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT

Filamen aktin biasanya berhubungan dengan myosin yang mana bertanggung jawab untuk berbagai pergerakan sel. Myosin adalah prototipe dari penggerak molekuler - sebuah protein yang mengubah energi kimia dalam bentuk ATP menjadi energi gerak yang menghasilkan kekuatan dan pergerakan. Kebanyakan pergerakan umumnya adalah kontraksi otot yang memberi model untuk memahami interaksi aktin dan myosin dan aktivitas penggerak dari molekul myosin. Bagaimanapun juga, interaksi aktin dan myosin tidak hanya bertanggung jawab pada kontraksi otot tetapi juga untuk berbagai pergerakan sel non otot termasuk pembelahan sel. Sehingga interaksi diataranya memerankan peran yang penting di biologi sel. Lebih jauh, sitoskeleton aktin bertanggung jawab untuk pergerakan lambat sel menyeberangi permukaan yang terlihat digerakkan secara langsung oleh polimerisasi aktin dengan baik oleh intreaksi aktin - myosin. 1.Pendahuluan Sel otot merupakan sel yang terspesialisasi untuk satu tugas, kontraksi dan spesialisasi in…

PERKECAMBAHAN SERBUK SARI

LAPORAN PRAKTIKUM REPRODUKSI DAN EMBRIOLOGI TUMBUHAN PERKECAMBAHAN SERBUK SARI
Disusun Oleh : Kelompok 4 Pendidikan Biologi Subsidi 1.Hafidha Asni Akmalia            (08304241003) 2.Tuttus Sufi Kusuma LPS.       (08304241022) 3.Riza Sativani Hayati   (08304241029) 4.Nur Hidayah                           (08304241030) 5.Titis Nindiasari A.                   (08304241036)


JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2010 A.TUJUAN Mengamati serbuk sari yang berkecambah secara in vitro
B.DASAR TEORI Serbuk sari (pollen grain) adalah sebuah sel hidup yang berisi sel kelamin jantan pada bunga (mempunyai protoplasma) yang terbungkus oleh dinding sel. Dinding serbuk sari terdiri atas dua lapisan yaitu di bagian luar yang tebal dan keras disebut lapisan eksin dan sebelah dalam tipis seperti selaput disebut  intin. Pada permukaan eksin terdapat celah atau pori yang disebut apertura yang dapat digunakan oleh serbuk sari untuk jalan keluarnya buluh serbuk …

SISTEM EKSKRESI PEMERIKSAAN PROTEIN DALAM URINE DAN PEMERIKSAAN GLUKOSA DALAM URINE

SISTEM EKSKRESI PEMERIKSAAN PROTEIN DALAM URINE DAN PEMERIKSAAN GLUKOSA DALAM URINE


Disusun oleh :  Hafidha Asni Akmalia 08304241003
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Proses pembentukan urine beberapa tahapan, yaitu filtrasi glomeruler, reabsorspsi tubuler dan sekresi tubuler. Filtrasi merupakan perpindahan cairan dari glomerulus ke tubulus melewati membran filtrasi yang terdiri dari tiga lapisan yaitu sel endhotel glomerulus, membran basalis dan epitel kapsula bowman. Filtrasi terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara kapiler glomerulus dengan tubulus. Filtrasi menghasilkan ultrafiltrat yang mengandung air, garam anorganik,glukosa, asam amino, urea, asam urat, kreatinin dan tidak mengandung sel darah merah. Reabsorpsi tubuler adalah prpindahan cairan dari tubulus renalis ke kapiler peritubuler. Proses reabsorpsi bersifat selektif tergantung kebutuhan tubuh pada senyawa yang terdapat pada ultrafiltrat. Glukosa direa…