Langsung ke konten utama

Epson L Series : Printer Pintar Yang Mengerti Kebutuhan Kita



Sadarkah bahwa kita sebagai masyarakat Indonesia kebanyakan menuntut suatu produk yang dinilai ekonomis, terlebih lagi irit? Saya yakin jawabannya pasti : Ya. Salah satunya adalah masalah printer. Printer telah menjadi suatu kebutuhan yang penting di era teknologi ini. Bagi para mahasiswa, printer adalah sahabat sejati yang selalu menemani dalam tugas-tugas kuliah. Dan tugas kuliah mahasiswa jaman sekarang pastinya tak lepas dengan printer untuk mencetak hardfile berlembar-lembar. Boros sudah pasti. Tak hanya mahasiswa, pelaku usaha yang besinggungan dengan printer pun demikian. Mereka menginginkan produk printer yang biaya operasionalnya murah.

Epson pun tanggap akan hal ini dan mencoba menjawab kebutuhan kita. Tahun 2010, Epson pertama kali memperkenalkan printer inkjet dengan sistem ink tank berkapasitas besar melalui produk L 100 dan L 200. Kedua printer tersebut bahkan didesain khusus untuk masyarakat Indonesia. Kelebihan menggunakan printer ink tank system tak diragukan lagi karena dengan printer model ini suplai tinta tidak cepat habis dibandingkan dengan printer cartridge. Masih tersedia cukup banyak tinta di tangki tintanya, jadi apabila ingin mencetak tentu tidak perlu khawatir bila tinta akan habis. Dengan demikian, kita tak akan direpotkan dengan isi ulang tinta pada cartridge yang kenyataannya cukup sulit dilakukan. Pengalaman saja bahwa terkadang saat me-refill tinta di cartridge, tangan dan baju pun terkena bercak tinta. Untuk membersihkannya, paling tidak membutuhkan waktu minimal sehari. Menggunakan printer dengan isian tinta di cartridge juga memungkinkan  kita untuk sering mengganti cartridge. Padahal, harga cartridge relatif cukup mahal bukan? Terlebih cartridge untuk tinta warna jelas lebih mahal daripada tinta hitam. Sekali lagi, masyarakat Indonesia adalah tipe masyarakat yang menginginkan produk berkualitas tetapi tetap ekonomis. Kebanyakan masyarakat rela untuk membeli produk printer dengan harga yang lebih mahal asal biaya operasionalnya murah. Maka, Epson L Series inilah jawabannya.


Epson terus melakukan inovasi-inovasi untuk menghadirkan printer yang berkualitas namun dengan harga yang terjangkau. Maka diluncurkanlah Epson L 110, L 210, L 300, dan L 350. Tidak hanya itu saja, inovasi berlanjut hingga menghasilkan  model L 355 dan L 550 yang resmi dipasarkan tanggal 25 Februari 2013. Produk Epson L Series menggunakan ink tank system sebagai salah satu keunggulannya dimana teknologi Micro Piezo Print Head ditanamkan padanya. Teknologi ini memiliki keandalan cetak yang lebih tinggi dan suhu operasi yang lebih rendah dibandingkan dengan teknologi print head thermal yang digunakan oleh produsen printer ink jet lainnya. Kelebihan print head Epson Micro Piezo ini dapat mencapai resolusi cetak maksimum sebesar 5760 x 1440 dpi dan variable size droplet technology (VSDT) yang terdapat dalam printer memungkinkan print head untuk mengeluarkan butiran tinta dalam beberapa ukuran. Kemampuan ini menjamin tingkat kedetailan yang sangat tinggi dan gradasi yang sangat halus untuk hasil cetak dokumen maupun foto.

Disini Epson mencoba memberikan layanan terbaik bagi semua kalangan masyarakat sesuai dengan tingkat kebutuhan mereka. Pengguna printer seperti mahasiswa, perkantoran, maupun pebisnis yang menggunakan printer sebagai modalnya kini dapat memilih varian printer Epson L Series sesuai dengan tujuannya.

1. Bagi para mahasiswa atau pengguna rumah kini tak perlu cemas lagi karena printer Epson L 110 dapat menjadi pilihan untuk mencetak tugas-tugas kuliah yang banyak. 
Epson L 110

Sementara printer Epson L 210 didesain khusus untuk pengguna Small Office/Home Office (SOHO)

Epson L 210


Kedua tipe tersebut memiliki kecepatan cetak yang lebih cepat, yakni 6 ip (image per menit) sesuai standar ISO dengan kecepatan cetak 2 kali lipat dibanding model printer inkjet terdahulu : L 100 dan L 200.Selain itu, Epson L 110 dan L 210 diyakini mampu mencetak hingga 15000 halaman.

2. Printer L 300 dan L 350 merupakan tipe printer yang cocok untuk kalangan usaha kecil dan menengah (UKM). Keunggulannya yakni kecepatan cetak yang tinggi sebesar 9 ip sesuai standar ISO atau 3 kali lebih cepat dari model pertama. Inovasi ini merupakan terobosan Epson untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha yang menginginkan peningkatan produktivitas namun tetap irit.

Epson L 300

Epson L 350



3. Selain keempat model printer tersebut, Epson juga mengeluarkan L Series terbaru yaitu L 355 dan L 550. Printer-printer inkjet terbaru menawarkan pengguna kalangan bisnis terkait penghematan biaya operasional.

Epson L 355

Epson L 550


Keunggulannya terletak pada kecepatan cetak, volume, dan reliabilitas tinggi bagi kalangan bisnis kecil dan menengah. Epson L 355 dan L 550 memiliki kecepatan 9 ipm dengan daya tahan printer yang mencapai 30000 halaman. Didukung dengan tangki tinta berkapasitas tinggi, maka kedua model ini menawarkan biaya cetak per halaman terendah di dunia diantara printer bermerek dengan tinta asli, yakni Rp 20,- per halaman dokumen tinta hitam dan Rp 35,- per halaman dokumen berwarna.

Jadi, jelaslah bahwa Epson ingin menjangkau kebutuhan semua masyarakat. Tak salah bila Epson L Series adalah printer pintar yang mengerti kebutuhan kita. Kita sebagai konsumen tinggal memilih produk printer manakah yang cocok bagi kita sendiri. Berikut deskripsi singkat salah satu Epson L Series yaitu L 110 :

L110 merupakan suksesor dari L 100 dimana terdapat peningkatan kualitas yang menjanjikan. Dengan desain berkelas yakni lebih ramping dan body full blcaknya semakin membuat printer ini semakin diminati. Tak hanya itu, performa printer L 110 sangat memuaskan karena dapat mencetak dengan kecepatan 27 ppm (paper per menit) menggunakan tinta hitam dan 15 ppm untuk tinta berwarna. Satu tangki tinta warna hitam bahkan dapat mencetak hingga 4000 halaman.

Epson L 110 selalu memberikan yang terbaik di setiap detailnya tak terkecuali selang tinta. Epson L 110 menggunakan selang tinta yang menjamin kelancaran aliran tinta menuju cartridge.


Kotak tempat tangki tinta berada juga diberi sistem pengaman dengan Choke Valve Control untuk meminimalisasi terjadinya kebocoran tinta dan tinta yang terbuang percuma.



Keunggulan lainnya yakni teknologi Micro Piezo yang ditanamkan padanya memiliki resolusi 5760 x 1440 dpi sehingga membuat cetak teks maupun foto akan berkualitas sangat baik.Tak ketinggalan pula garansi selama 1 tahun membuat konsumen tak perlu khawatir bila printer yang dimiliki mebgalami kerusakan di awal pembelian. 

Sumber : 

Komentar

  1. masih galau nih mau beli printer l series

    BalasHapus
  2. say lagunya itu judulnya apa q suka banget :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. back in time say..yang nyanyi Lyn :D, jadi soundtracknya the moon that embraces the sun :D, bikin nangis bombay say T.T

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEKANISME KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT

Filamen aktin biasanya berhubungan dengan myosin yang mana bertanggung jawab untuk berbagai pergerakan sel. Myosin adalah prototipe dari penggerak molekuler - sebuah protein yang mengubah energi kimia dalam bentuk ATP menjadi energi gerak yang menghasilkan kekuatan dan pergerakan. Kebanyakan pergerakan umumnya adalah kontraksi otot yang memberi model untuk memahami interaksi aktin dan myosin dan aktivitas penggerak dari molekul myosin. Bagaimanapun juga, interaksi aktin dan myosin tidak hanya bertanggung jawab pada kontraksi otot tetapi juga untuk berbagai pergerakan sel non otot termasuk pembelahan sel. Sehingga interaksi diataranya memerankan peran yang penting di biologi sel. Lebih jauh, sitoskeleton aktin bertanggung jawab untuk pergerakan lambat sel menyeberangi permukaan yang terlihat digerakkan secara langsung oleh polimerisasi aktin dengan baik oleh intreaksi aktin - myosin. 1.Pendahuluan Sel otot merupakan sel yang terspesialisasi untuk satu tugas, kontraksi dan spesialisasi in…

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROMETRI

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROTEKNIK DAN TEKNIK LABORATORIUM
MIKROMETRI


Disusun oleh : 1.Zulqarnain Assiddiqqi      (08304241001) 2.Shaim Basyari                  (08304241002) 3.Hafidha Asni Akmalia      (08304241003) 4.Febrianawati Yusup         (08304241004) 5.Dian Fita Lestari               (08304241005)


JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2011

MIKROMETRI
A.TUJUAN Mengukur diameter serbuk sari. B.DASAR TEORI Mikroskop merupakan alat bantu penglihatan untuk melihat benda-benda yang sangat kecil yang tak mampu dilihat oleh mata dengan jelas. Mikroskop cahaya merupakan mikroskop yang paling sederhana dimana dalam penggunaannya membutuhkan cahaya agar spesimen yang akan dilihat dapat dilihat dengan jelas. Mikroskop cahayaterbaik mampu memperbesar benda 2000 kali. Saat ahli biologi melihat sebuah spesimen lewat mikroskop cahaya, bukan hanya mereka tertarik dengan bentuk dan detailnya, namun juga ukurannya. Satuan pengukuran yang dipakai mikro…

MIKROSKOP MEDAN TERANG

BRIGHT FIELD MICROSCOPE (MIKROSKOP MEDAN TERANG) Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Mikrobiologi







Disusun Oleh : 1.Hafidha Asni Akmalia            (08304241003) 2.Liedya Kusuma Ratih            (08304241023)




JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2010
BRIGHT FIELD MICROSCOPE (MIKROSKOP MEDAN TERANG)


A.Latar Belakang.
Antony Van Leuwenhoek orang yang pertama kali menggunakan mikroskop walaupan dalam bentuk sederhana pada bidang mikrobiologi. Kemudian pada tahun 1600 Hanz dan Z Jensen telah menemukan mikroskop yang lebih maju dengan nama mikroskop ganda. Mikroskop adalah suatu benda yang berguna untuk memberikan bayangan yang diperbesar dari benda-benda yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi masing-masing. Mikroskop pada prinsipnya terdiri dari dua lensa cembung yaitu sebagai lensa objektif (dekat dengan mata) dan lensa okuler (dekat dengan benda). Baik o…