Langsung ke konten utama

KEANEKARAGAMAN DAN KESERAGAMAN


TUGAS PRAKTIKUM PENDIDIKAN BIOLOGI
KEANEKARAGAMAN DAN KESERAGAMAN



Disusun Oleh :

1.      Hafidha Asni Akmalia     (08304241003)
2.      Errischa Megawati           (08304241035)





JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2009


RESUME
KEANEKARAGAMAN DAN KESERAGAMAN
(Dari BSCS Blue Version)


I. KONSEP SPESIES
Selama beberapa tahun, orang mencoba  mengklasifikasikan makhluk hidup dengan beberapa cara yang menunjukkan hubungan dan membantu membedakan satu jenis makhluk hidup satu dengan makhluk hidup lainnya. Ilmu yang mempelajari ini adalah taksonomi.
Kelompok dasar pada klasifikasi Biologi adalah spesies. Spesies adalah sekelompok makhluk hidup yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan, atau kawin dengan satu sama lain di alam untuk menghasilkan keturunan yang fertil. Anggota suatu spesies biasanya tidak dapat menghasilkan keturunan yang fertil dengan anggota dari spesies lain. Contohnya bahwa semua manusia adalah anggota dari satu spesies. Bila orang Texas bertemu (menikah) dengan orang Australia, mereka dapat memiliki anak yang tumbuh dewasa dan subur. Anggota suatu spesies dapat terlihat berbeda satu sama lain. Contohnya tidak semua anjing terlihat sama akan tetapi mereka merupakan satu spesies.
Perbedaaan antara anggota spesies dinamakan sebagai variasi. Pewarisan variasi adalah bahan dasar (awal mula) evolusi. Seleksi alam bertindak pada variasi, mengakibatkan perubahan pada spesies baru atau terjadi evolusi spesies baru. Variasi di dalam populasi termasuk polimorfisme atau variasi dalam bentuk (penampilan);variasi geografi;dan variasi individu. Polimorfisme terjadi ketika dua atau lebih bentuk berada dalam populasi yang sama. Sebagai contoh warna gelap dan terang dari ngengat lada di Inggris. Perbedaan diantara jantan dan betina dalam sspesies yang sama juga merupakan contoh polimorfisme.
Variasi geografi terjadi ketika spesies mendiami suatu wilayah dengan jangkauan yang luas, termasuk di dalamnya lingkungan yang terdapat perbedaan. Populasi pada lingkungan ini biasanya memiliki karakteristik fisik yang unik. Variasi geografi menentukan banyaknya perbedaan pada spesies manusia. Variasi individu terjadi pada semua populasi organisme yang bereproduksi secara seksual.
Anggota spesies yang berhubungan kadang-kadang dapat melakukan perkawinan silang. Jika dua kelompok gagal untuk menghasilkan sejumlah hybrid, bagaimanapun juga mereka tetap spesies tersendiri. Anjing lokal dan coyote (serigala kecil di Amerika) adalah contohnya. Perbedaan tingkah laku pada memelihara dan memberi makan anaknya merupakan hybrid coydogs. Karena keturuna hybrid jarang dan terpisah, dua coydogs tidak mungkin bertemu satu sama lain dan melakukan perkawinan.
Spesies lain adalah populasi dari individu yang menghasilkan keturunan yang fertil  di bawah kondisi alami. Spesies itu tetap terpisah dari yang lainnya dalam 3 hal:
  1. Berpotensi kawin tanpa bertemu.Contohnya pada beruang cokelat dan beruang kutub. Walaupun dua spesies ini dapat bereproduksi bersama-sama, tidak ada hibrid yang ditemukan di alam bebas. Alasanya sederhana, beruang cokelat tinggal dihutan dan memakan ikan serta binatang kecil. Beruang kutub tinggal di daerah bersalju dan es yang mengapung serta tergantung pada anjing laut sebagai makanannya. Kedua spesies ini tidak bertemu di alam bebas.
  1. Berpotensi kawin dengan bertemu tetapi tidak dapat menghasilkan keturunan.Contohnya adalah jerapah dan burung unta tidak dapat menghasilkan sekalipun mereka  sering bertemu satu sama lain.
  1. Berpotensi kawin dengan bertemu tetapi tidak dapat menghasilkan keturunan yang fertil.Contohnya pada anjing dan coyote. Mereka berpotensi kawin dengan bertemu dan menghasilkan tetapi hasinya buruk. Pada beberapa kejadian, keturunan dua spesies dapat steril (tidak memiliki kemampuan untuk bereproduksi).

II.    KLASIFIKASI DAN HOMOLOGI
Klasifikasi berperan dalam ekologi juga. Ekosistem yang menopang kehidupan di bumi tergantung pada jutaan spesies yang banyak diantaranya belum teridentifikasi. Untuk melindungi ekosisitem ini, kita harus mengidentifikasi spesies mereka. Beberapa spesies khususnya peka terhadap limbah kimia.Perubahan populasi mereka sebagai peringatan bagi kita utuk menjaga kualitas lingkungan. Klasifikasi juga memberikan kata kunci untuk memahami keseragaman dalam kehidupan.
Ahli taksonomi menggunakan banyak karakteristik untuk mengklasifikasikan makhluk hidup, termasuk diantaranya sruktur, tingkah laku, dan gen. Karakteristik sangat penting contohnya struktur tulang pada hewan dan tanaman  mengubah sedikit spesies daripada menggunakan ukuran dan warna. Untuk alasan ilmiah, stuktur memberikan lebih banyak informasi yang digunakan dalam pengklasifikasian makhluk hidup.
Klasifikasi memfokuskan pada struktur yang mengindikasi hubungan asal usul ancestor tidak hanya kesamaan. Struktur yang asal usulnya sama namun fungsinya berbeda ini disebut homologi. Contoh sirip paus, sayap burung, dan lengan manusia. Di sisi lain, sayap serangga dan burung memiliki fungsi yang sama namun asal usulnya berbeda disebut analogi.


III.                            SISTEM KLASIFIKASI LINNEAN
Sistem yang kita gunakan untuk klasifikasi spesies bermula dari penelitian Carl Von Linne, dengan nama Latinnya Carolus Linneaus. Sistem ini menggunakan homologi untuk mengelompokkan spesies ke dalam kelompok besar. Spesies yang memiliki persamaan karakteristik degan nama yang sama yakni genus (jamak : genera). Contoh : anjing lokal, coyote, dan serigala termasuk spesies yang berbeda tetapi terdapat kemiripan pada beberapa faktor . Untuk itu, ahli taksonomi mengelompokkan mereka pada famili yang sama. Rubah dengan genus Vulpes termasuk dalam Canis pada Canidae, famili anjing. Famili anjing berhubungan dengan kucing, beruang, dan famili raccoon. Semua binatang ini memiliki anatomi yang berbeda dan hidupnya sebagai pemakan daging. Untuk itu mereka dikelompokkan  dalam ordo Carnivora. Kucing, serigala, dan rakun mempunyai perbedaan tetapi mereka juga memiliki kesamaan umum satu sama lain dibandingkan dengan kelinci. Kelinci terdapat dalam ordo berbeda yaitu Lagomorpha. Seperti anggota dalam ordo Carnivora , kelinci memiliki rambut dan memproduksi air susu. Kesamaan ini menjadi dasar untuk meletakkan ordo-ordo ini dalam kelas Mamalia.
Kelanjutan dengan metode pengelompokan, ahli taksonomi menepatkan kelas-kelas yang terdiri dari burung-burung, ular-ular, ikan dan katak dengan mamalia ke dalam filum Chordata. Banyak ahli botani tidak menggunakan istilah filum. Malahan mereka mengelompokkan makhluk hidup pada tingkat ini ke dalam kata Divisi. Terakhir, Chordata dimasukkan ke dalam Kingdom Animalia.
Sistem Linnean menggunakan sistem Binominal Nomenclatur atau Sistem Penamaan Dua Kata untuk mengidentifikasi tiap spesies. Kata pertama pada tiap nama adalah nama genus sedangkan kata kedua menunjukkan jenis spesies. Alasan penggunaan sistem binominal dalam bahasa latin adalah yang pertama sistem klasifikasi harus dimengerti di seluruh dunia. Alasannya bahasa Latin lebih banyak dipergunakan daripada bahasa internasional yang modern. Alasan kedua yaitu lebih teliti. Nama umum biasanya adalah nama lokal dan tidak tepat.

IV. KINGDOM DI KEHIDUPAN
Sistem 5 Kingdom dipopulerkan oleh Robert Whittaker pada tahun 1959. Yang pertama adalah Kingdom Monera . Ciri-cirinya yaitu memiliki sel yang prokariotik (tidak memiliki membran inti). Monera terbagi atas  dua kelompok  yaitu Eubacteria dan Archaea. Kingdom selanjutnya adalah Protista yang terdiri dari banyak organisme eukariotik yang uniseluluer. Beberapa protista merupakan organisme multiseluler yang panjangnya dapat mencapai 10m. Bagaimanapun juga, sel organisme ini tidak berdiferensiasi menuju sel yang lebih kompleks perkembangannya seperti hewan dan tumbuhan. Kemudian terdapat Kingdom Plantae. Tumbuhan memiliki dinding sel yang tersusus atas selulosa dan pati sebagai cadangan makanan. Selanjutnya adalah Kingdom Animalia. Rentang ukurannya dari organisme mikroskopis ke organisme makroskopis. Terakhir adalah kingdom Fungi yang termasuk di dalamnya adalah heterotrof yang mendapatkan makanan dari molekul kecil di sekitarny yang. Banyak jamur adalah multiseluler dan mempunyai dinding sel dari karbohidrat disebut khitin. Jamur bereproduksi dengan membentuk spora.



REVIEWING IDEAS

  1. Apa definisi dari spesies?
ð  Spesies adalah sekelompok makhluk hidup yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan, atau kawin dengan satu sama lain di alam untuk menghasilkan keturunan yang fertil dan mendiami suatu wilayah tertentu.

  1. Berilah contoh kimiawi dan struktur yang menghubungkan suatu makhluk hidup dengan ansestornya?
ð  Hubungan antara makhluk hidup dengan ansestornya  dapat kita lihat pada susunan nukleotida yang terdapat pada gen. Semakin dekat hubungannya maka semakin banyak nukleotida yang sama.

  1. Bagaimana membedakan eukariotik dan prokariotik?
ð  Prokariotik adalah makhluk hidup yang selnya tidak memiliki membran inti, sedangkan eukariotik adalah makhluk hidup yang selnya memiliki membran inti.

  1. Bandingkan konsep variasi dan keanekaragaman!
ð  Keanekaragaman adalah perbedaan dalam hal struktur, bentuk, warna dalam suatu populasi.Variasi adalah keanekaragaman dalam suatu spesies dikarenakan perbedaan gen.
  
PETA KONSEP




Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEKANISME KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT

Filamen aktin biasanya berhubungan dengan myosin yang mana bertanggung jawab untuk berbagai pergerakan sel. Myosin adalah prototipe dari penggerak molekuler - sebuah protein yang mengubah energi kimia dalam bentuk ATP menjadi energi gerak yang menghasilkan kekuatan dan pergerakan. Kebanyakan pergerakan umumnya adalah kontraksi otot yang memberi model untuk memahami interaksi aktin dan myosin dan aktivitas penggerak dari molekul myosin. Bagaimanapun juga, interaksi aktin dan myosin tidak hanya bertanggung jawab pada kontraksi otot tetapi juga untuk berbagai pergerakan sel non otot termasuk pembelahan sel. Sehingga interaksi diataranya memerankan peran yang penting di biologi sel. Lebih jauh, sitoskeleton aktin bertanggung jawab untuk pergerakan lambat sel menyeberangi permukaan yang terlihat digerakkan secara langsung oleh polimerisasi aktin dengan baik oleh intreaksi aktin - myosin. 1.Pendahuluan Sel otot merupakan sel yang terspesialisasi untuk satu tugas, kontraksi dan spesialisasi in…

PERKECAMBAHAN SERBUK SARI

LAPORAN PRAKTIKUM REPRODUKSI DAN EMBRIOLOGI TUMBUHAN PERKECAMBAHAN SERBUK SARI
Disusun Oleh : Kelompok 4 Pendidikan Biologi Subsidi 1.Hafidha Asni Akmalia            (08304241003) 2.Tuttus Sufi Kusuma LPS.       (08304241022) 3.Riza Sativani Hayati   (08304241029) 4.Nur Hidayah                           (08304241030) 5.Titis Nindiasari A.                   (08304241036)


JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2010 A.TUJUAN Mengamati serbuk sari yang berkecambah secara in vitro
B.DASAR TEORI Serbuk sari (pollen grain) adalah sebuah sel hidup yang berisi sel kelamin jantan pada bunga (mempunyai protoplasma) yang terbungkus oleh dinding sel. Dinding serbuk sari terdiri atas dua lapisan yaitu di bagian luar yang tebal dan keras disebut lapisan eksin dan sebelah dalam tipis seperti selaput disebut  intin. Pada permukaan eksin terdapat celah atau pori yang disebut apertura yang dapat digunakan oleh serbuk sari untuk jalan keluarnya buluh serbuk …

PERAN ORGANISME DALAM PROSES PEMBENTUKAN DAN PERKEMBANGAN TANAH

MAKALAH BIOLOGI TANAH PERAN ORGANISME DALAM PROSES PEMBENTUKAN DAN PERKEMBANGAN TANAH Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Biologi Tanah






Disusun Oleh : Hafidha Asni Akmalia                08304241003 Alfiah Nurul Wahidah                 08304241019 Muhammad Radian N.A.            08304241034



JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2011

BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernafas dan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme. Bagi sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak. Tanah berasal dari pelapukan batuan dengan bantuan organisme, membentuk tubuh unik yang menutupi batuan. Proses pembentukan tanah dikenal sebagai pedogenesis. Proses yan…