Langsung ke konten utama

HEMOGLOBIN


SISTEM KARDIOVASKULAR
MENGUKUR KADAR HEMOGLOBIN (Hb)


A.  TUJUAN
Mengukur kadar hemoglobin (Hb) darah

B.  ALAT DAN BAHAN
Alat
o   Hemoglobinometer Sahli.
o   Talquist Chart.
o   Photometer Leica.

Bahan
o   Blood lancet steril.
o   Pipet khusus dengan selang karet.
o   Kapas.
o   Alkohol.
o   Aquades.
o   Larutan HCl 0,1 N.

C.  LANGKAH  KERJA
  1. Menyeterilkan ujung jari tengah dengan kapas alkohol dan biarkan sampai kering.
  2. Menusuk ujung jari tengah naracoba dengan blood lancet steril sehingga darah keluar dan meneteskannya pada masing-masing bulatan satu tetes darah pada kaca obyek.
  3. Mengisi tabung berskala dari hemometer Sahli dengan larutan HCl 0,1 N sampai tanda angka 2.
  4. Menghisap darah langsung dari naracoba menggunakan pipet khusus sampai tanda garis pada pipet.
  5. Membersihkan ujung pipet dengan kertas tissue dan meniupkan darah yang terdapat dalam pipet ke dalam tabung yang telah berisi HCl 0,1 N.
  6. Membiarkan selama kurang lebih 2 menit.
  7. Menambahkan tetes demi tetes aquades sambil diaduk dengan pengaduk khusus (batang kaca) sampai warnanya sesuai dengan warna tabung standar dari hemometer Sahli.
  8. Membaca dan mencatat angka pada tabung berskala yang menunjukkan kadar Hb dalam gr/100     ml darah.


D.  TABEL PENGAMATAN


Nama
Kadar Hb
Zulkarnain Assidiqi
14,6

Shaim Basyari
11.6

Hafidha Asni Akmalia
6,6

Febrianawati Yusup
7.6

Dian Fita Lestari
14


E.   PEMBAHASAN

Hemoglobin adalah konjugasi protein yang mempunyai berat molekul  68.000. Hemoglobin terdiri dari protein globin yang berkombinasi dengan heme. Heme itu sendiri merupakan porfirin tertentu (porfirin tipe III = protoporfirin III) yang mengandung Fe. Porfirin III terdiri dari 4 molekul pirol yang dihubungkan satu dengan yang lain oleh jembatan metilen (=CH-). Setiap atom Fe dapat mengikat oksigen secara reversibel, sehingga setiap molekul Hb teroksigenasi (HbO2) mengandung 4 mol oksigen. Hb juga dapat berikatan dengan CO2 pada gugus asam aminonya membentuk karbamino Hb (HbCO2), juga dengan NO membentuk HbNO. Nama hemoglobin merupakan gabungan dari heme dan globin; globin sebagai istilah generik untuk protein globular. Ada beberapa protein mengandung heme, dan hemoglobin adalah yang paling dikenal dan paling banyak dipelajari. Pada manusia, kadar Hb pada kondisi normal bevariasi sekitar 14,9 ± 1,5 gr/dL (pada laki-laki dewasa) dan 13,7 ± 1,5 gr/dL (pada perempuan dewasa). Pada anak baru lahir berkisar antara 21,5 ± 3 gr/dL dan pada umur 4 tahun berkisar antara 13,5 ± 1,5 gr/dL. Adapun struktur hemoglobin yakni sebagai berikut :

Kemampuan Hb untuk bergabung dengan oksigen dan sebaliknya merupakan gambaran bahwa molekul ini sangat luar biasa dan memberi peran berarti bagi homeostasis. Kemampuan untuk mengikat dan melepas oksigen dipengaruhi oleh perubahan suhu, komposisi ion plasma, pH atau kadar CO2. Pengatur kemampuan mengikat oksigen-Hb paling penting adalah pH dan tekanan parsial CO2. Cara-cara pengubahan pH dan pCO2 mempengaruhi persen kelarutan Hb. pH dan pCO2 berkaitan dengan kenyataan bahwa bila kadar CO2 bertambah, konsentrasi H+ juga bertambah.
CO2 + H2O ↔ H2CO3↔ H+ + HCO3-
Kalau kadar CO2 dan H2O naik, maka kemampuan mengikat oksigen turun. Dengan demikian, kalau eritrosit dengan muatan oksidasi sampai pada jaringan perifer, maka eritrosit akan menanggapi naiknya kadar CO2 yang telah dihasilkan oleh metabolisme sel dengan melepaskan oksigen yang dibawanya. Karena tekanan parsial oksigen di sekitar Hb turun maka afinitas Hb terhadap O2 juga turun. Ini berarti bila aliran darah melalui jaringan yang kadar oksigennya rendah, Hb melepas oksigennya dengan sangat mudah. Di paru-paru bila Hb mengikat molekul oksigen maka ia juga melepas H+. Ion H+ yang dilepas bergabung dengan ion bikarbonat dalam plasma membentuk asam bikarbonat yang kemudian melepas CO2 untuk dihembuskan.
HbH+ + O2 → HbO2 + H+
H+ + HCO3- → H2CO3 → CO2↑ + H2O
Jumlah hemoglobin dalam darah normal ialah kira-kira 15 gram setiap 100 ml darah. Bila darah merupakan air biasa hanya dapat mengangkut kira–kira 0,2 ml oksigen dan 0,3 ml karbondioksida dalam setiap 100 ml air. Sifat hb memungkinkan seluruh darah mengangkut 20 ml oksigen dan 30-60 ml karbondioksida setiap 100 ml darah dan memberikan buffer asam-basa untuk memperkecil perubahan pH darah. Atom oksigen terikat pada atom besi dalam molekul Hb.
Methemoglobin merupakan produk oksidasi sebenarnya dari hemoglobin yang tidak mampu mengangkut oksigen karena zat besi berada dalam status ferri (Fe3+) dan tidak dalam status ferro (Fe2+). Zt-zat kimia tertentu seperti peroksida, ferrisianid, kuinon, nitrit, klorat dapat mengoksidasi Fe2+ menjadi Fe3+ sehingga terbentuk MetHb yang tidak mampu mengikat oksigen maupun CO2 . MetHb dapat direduksi menjadi Hb oleh dhithionit (Na2S2O4). MetHb dapat bereaksi dengan anion OH- pada H+ basa/alkalis dan Cl- pada pH asam.
Hb + HCl → Globin-HCl + Ferroprotoporfirrin.
Apabila Hb bersenyawa dengan CO yang antar lain dihasilkan oleh gas buang kendaraan bermotor, maka daya gabungnya lebih besar dibandingkan hb dengan oksigen. Bila Hb berikatan dengan CO maka ia tidak mungkin  berikatan dengan oksigen. Jika udara pernapasan hanya mengandung 0,5% CO, lebih dari separo Hb darah berikatan dengan gas ini dan sisanya berikatan dengan oksigen. Ini sama pengaruhnya dengan kehilangan separo eritrosit dengan tiba-tiba. Ikatan CO dengan Hb adalah ikatan reversible, tetapi proses dekomposisi CO dari Hb berlangsung lambat.
Dari praktikum yang telah dilakukan, maka berdasarkan teori terlihat bahwa kadar Hb normal dimiliki oleh praktikan atas nama Zulkarnain Assidiqi dan Dian Fita Lestari. Sedangkan untuk Shaim Basyari, Hafidha Asni Akmalia, dan Febrianawati Yusup belum mencapai kondisi standar. Hal ini terjadi kemungkinan karena si praktikan kurang sehat, kelelahan, ataupun mungkin juga disebabkan praktikan kurang cermat dalam melakukan prosedur praktikum sehingga menghasilkan kesalahan data yang tak diketahui.
F.   KESIMPULAN
Ø  Hemoglobin adalah metaloprotein pengangkut oksigen yang mengandung besi dalam sel merah dalam darah mamalia dan hewan lainnya.
Ø   Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi.
Ø  Dari percobaan yang dilakukan diketahui bahwa kadar hemoglobin (Hb) praktikan adalah seperti terlihat pada tabel berikut :


Nama
Kadar Hb
Zulkarnain Assidiqi
14,6

Shaim Basyari
11.6

Hafidha Asni Akmalia
6,6

Febrianawati Yusup
7.6

Dian Fita Lestari
14



G.   DAFTAR PUSTAKA
           
      Basoeki, Soedjono. 1988. Anatomi dan Fisiologi Manusia. Jakarta: Depdikbud
Soewolo,dkk.2005.Fisiologi Manusia. Malang : UM Press

Komentar

Posting Komentar

Pos populer dari blog ini

MEKANISME KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT

Filamen aktin biasanya berhubungan dengan myosin yang mana bertanggung jawab untuk berbagai pergerakan sel. Myosin adalah prototipe dari penggerak molekuler - sebuah protein yang mengubah energi kimia dalam bentuk ATP menjadi energi gerak yang menghasilkan kekuatan dan pergerakan. Kebanyakan pergerakan umumnya adalah kontraksi otot yang memberi model untuk memahami interaksi aktin dan myosin dan aktivitas penggerak dari molekul myosin. Bagaimanapun juga, interaksi aktin dan myosin tidak hanya bertanggung jawab pada kontraksi otot tetapi juga untuk berbagai pergerakan sel non otot termasuk pembelahan sel. Sehingga interaksi diataranya memerankan peran yang penting di biologi sel. Lebih jauh, sitoskeleton aktin bertanggung jawab untuk pergerakan lambat sel menyeberangi permukaan yang terlihat digerakkan secara langsung oleh polimerisasi aktin dengan baik oleh intreaksi aktin - myosin. 1.Pendahuluan Sel otot merupakan sel yang terspesialisasi untuk satu tugas, kontraksi dan spesialisasi in…

PERKECAMBAHAN SERBUK SARI

LAPORAN PRAKTIKUM REPRODUKSI DAN EMBRIOLOGI TUMBUHAN PERKECAMBAHAN SERBUK SARI
Disusun Oleh : Kelompok 4 Pendidikan Biologi Subsidi 1.Hafidha Asni Akmalia            (08304241003) 2.Tuttus Sufi Kusuma LPS.       (08304241022) 3.Riza Sativani Hayati   (08304241029) 4.Nur Hidayah                           (08304241030) 5.Titis Nindiasari A.                   (08304241036)


JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2010 A.TUJUAN Mengamati serbuk sari yang berkecambah secara in vitro
B.DASAR TEORI Serbuk sari (pollen grain) adalah sebuah sel hidup yang berisi sel kelamin jantan pada bunga (mempunyai protoplasma) yang terbungkus oleh dinding sel. Dinding serbuk sari terdiri atas dua lapisan yaitu di bagian luar yang tebal dan keras disebut lapisan eksin dan sebelah dalam tipis seperti selaput disebut  intin. Pada permukaan eksin terdapat celah atau pori yang disebut apertura yang dapat digunakan oleh serbuk sari untuk jalan keluarnya buluh serbuk …

SISTEM EKSKRESI PEMERIKSAAN PROTEIN DALAM URINE DAN PEMERIKSAAN GLUKOSA DALAM URINE

SISTEM EKSKRESI PEMERIKSAAN PROTEIN DALAM URINE DAN PEMERIKSAAN GLUKOSA DALAM URINE


Disusun oleh :  Hafidha Asni Akmalia 08304241003
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Proses pembentukan urine beberapa tahapan, yaitu filtrasi glomeruler, reabsorspsi tubuler dan sekresi tubuler. Filtrasi merupakan perpindahan cairan dari glomerulus ke tubulus melewati membran filtrasi yang terdiri dari tiga lapisan yaitu sel endhotel glomerulus, membran basalis dan epitel kapsula bowman. Filtrasi terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara kapiler glomerulus dengan tubulus. Filtrasi menghasilkan ultrafiltrat yang mengandung air, garam anorganik,glukosa, asam amino, urea, asam urat, kreatinin dan tidak mengandung sel darah merah. Reabsorpsi tubuler adalah prpindahan cairan dari tubulus renalis ke kapiler peritubuler. Proses reabsorpsi bersifat selektif tergantung kebutuhan tubuh pada senyawa yang terdapat pada ultrafiltrat. Glukosa direa…