Minggu, 14 Oktober 2012

MIKROSKOP MEDAN TERANG


BRIGHT FIELD MICROSCOPE
(MIKROSKOP MEDAN TERANG)
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Mikrobiologi








Disusun Oleh :
1.      Hafidha Asni Akmalia            (08304241003)
2.      Liedya Kusuma Ratih            (08304241023)





JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2010

BRIGHT FIELD MICROSCOPE
(MIKROSKOP MEDAN TERANG)



               A.    Latar Belakang.
Antony Van Leuwenhoek orang yang pertama kali menggunakan mikroskop walaupan dalam bentuk sederhana pada bidang mikrobiologi. Kemudian pada tahun 1600 Hanz dan Z Jensen telah menemukan mikroskop yang lebih maju dengan nama mikroskop ganda. Mikroskop adalah suatu benda yang berguna untuk memberikan bayangan yang diperbesar dari benda-benda yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi masing-masing.
Mikroskop pada prinsipnya terdiri dari dua lensa cembung yaitu sebagai lensa objektif (dekat dengan mata) dan lensa okuler (dekat dengan benda). Baik objektif maupun okuler dirancang untuk perbesaran yang berbeda. Lensa objektif biasanya dipasang pada roda berputar, yang disebut gagang putar. Setiap lensa objektif dapat diputar ketempat yang sesuai dengan perbesaran  yang dikehendaki. Sistem lensa objektif memberikan perbesaran mula-mula dan meenghasilkan bayangan nyata yang kemudian diproyeksikan keatas lensa okuler untuk menghasilkan bayangan maya yang kita lihat..
Biasanya mikroskop laboratoorium dilengkapi dengan tiga lensa objektif : lensa 16 mm berkekuatan rendah (10X); lensa 4 mm berkekuatan kurang tinggi (40-45X); dan lensa celup minyak berkekuatan tinggi (97-100X). Lensa tersebut terletak pada suatu hidung yang dapat berputar sehingga obyektif yang di kehendaki dapat dengan ,mudah diletakkan pada posisi kerja. Obyektif celup minyak memberikan perbesaran tertinggi dari ketiganya. Lensa okuler terletak pada ujung atas mikroskop (Anshory, 1984).
Berdasarkan sumber  iluminasi yang dipakai, dikenal 2 kelompok utama mikroskop, yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Mikroskop cahaya menggunakan gelombang cahaya sebagai sumber iluminasinya; tergolong didalamnya adalah mikroskop medan terang (brightfield) dan mikroskop medan gelap (darkfield), kontras fase(phase contrast), dan pendar flour (flouresncence). Mikroskop elektron menggunakan elektron sebagai sumber iluminasinya. Ada 2 jenis mikroskop elektron yaitu tipe transmisi dan scanning.
                B. Kajian teori
                    Mikroskop medan terang
Mikroskop medan terang adalah adalah suatu bentuk mikroskopi dengan medan yang mengelilingi spesimen kelihatan terang (berwarna cerah), sedangkan spesimennya berwarna gelap.Hal ini disebabkan karena cahaya dari sumbernya lewat melalui sistem-sistem lensa ke atas tanpa mengalami perubahan sehingga sehingga terbentuklah medan yang terang. Mikroskop medan terang tidak dilengkapi dengan kondensor dan lensa-lensa obyektif khusus yang dapat menimbulkan efek khususs tertentu. Mikroskop yang umum dipakai pada masa kini mengggunakan 2 sistem lensa terpisah, yaitu lensa obyektif dan lensa okuler untuk menambahkan perbesaran karena itu sering kali disebut juga sebagai mikroskop majemuk.
Batas praktis perbesaran yang dapat dicapai oleh mikroskop medan terang terbaik ialah kurang lebih 1000 X. Resolusi atau tajamnya bayangan yang terlihat pada perbesaran maksimum, akan bergantung terutama  pada pengaturan diafragma, kondensor, minyak imersi, dan faktor-faktor lain. Penyetelan yang sembrono akan menyebabkan penyimpangan bayangan yang terbentuk.
Lensa dan perbesaran.
Perbesaran yang dicapai oleh suatu mikroskop majemuk adalah  hasil kerja 2 sistem; lensa obyektif yang terdekatdengan spesiment, dan lensa okuler , terletak  pada ujung atas mikroskop, terdekat dengan mata. Sistem lensa obyektif memberikan perbesaran mula-mula dan menghasilkan bayangan nyata yang kemudian diproyeksikan ke atas lensa okuler. Bayangan nyata tadi, pada gilirannya diperbesar oleh okuler  untuk menghasilkan bayangan maya yang kita lihat.


Kebanyakan mikroskop di laboratorium di lengkapi dengan 3 lensa obyektif: lensa 16 mm, berkekuatan rendah (10X); lensa 4 mm, berkekuatan kering tinggi (40 sampai 45 X); lensa celup minyak (oil  immersion lense) 1,8 mm (97 sampai 100 X). Lensa-lensa tersebut terletak pada suatu hidung yang dapat berputar sehingga obyektif yang dikendaki dapat dengan mudah diletakkan pada posisi kerja. Angka-angka dalamsatuan  milimeter tersebut (16, 4, dan 1,8) menyatakan jajak fokus (focal lenght) setiap lensa obyektif , dan bersama-sama dengan angka yang menyatakan daya perbesaran  (10 X, 45 X dan 100 X), terukir pada sisi masing-masing lensa.  Jajak fokus adalah  jarak dari titik pusat lensa  terhadap titik fokus.  Makin pendek jarak fokus suatu lensa obyektif , makin pendek jarak kerjanya ( yaitu jarak lensa dengan spesimen) dan makin besar lubang diafragma iris (iris diaphragma) konensor untuk memperoleh iluminasi yang baik . Perbesaran total diperoleh dengan mengalikan  perbesarn obyektif dengan okuler . Misalnya, perbesaran total yang diperoleh dengan obyektif 4 mm (45 X) dan okuler 10 X adalah 45 X 10=450.

Obyektif celup minyak memberikan perbesaran tertinggi dari ketiganya. Ujung lensa ini sangat kecil dan hanya sedikit saja cahaya yang dapat memasukinya; inilah mengapa diafragma irish kondensor harus digunakan dalam keadaan terbuka penuh  dan penghematan cahaya dilakukan dengan bantuan minyak celup, yang mempunyai indeks bias sama seperti kaca. Minyak tersebut memenuhi ruangan antara objek dan lensa objektif sehingga menghindarkan hilangnya cahaya.

Resolusi (resolution) dan daya pisah (resolving power).
Sekilas mungkin tampaknya perbesaran tak terhingga dapat dicapai dengan hanya menambah kekuatan lensa-lensa okuler dan objektif, tetapi sesungguhnya lensa dibatasi oleh suatu fenomena yang disebut dengan resolusi (resolution). Bila lensa difokuskan pada suatu benda, maka dua titik terpisah pada benda tersebut sesungguhnya membentuk dua bayangan tetapi dapat tampak sebagai satu titik saja sebagai akibat difraksi (difraksi terjadi karena lensa mempunyai tingkap atau aperture yang terbatas). Resolusi suatu lensa adalah kemampuan lensa memisahkan kedua bayangan tersebut di atas sebagai satuan-satuan terpisah. Difraksi menyebabkan resolusi tidak mungkin sempurna.

Di pihak lain, jarak terpendek yang masih memungkinkan terlihatnya kedua bayangan tersebut di atas sebagai satuan-satuan terpisah disebut daya pisah lensa tersebut. Daya pisah mata manusia pada jarak 25 cm adalah 0,1 nmm (100 µm). Daya pisah ditentukan oleh panjang gelombang cahaya dan tingkap numeris  (numerical aperture atau NA) system lensa objektif dan kondensor. Hubungan tersebut dinyatakan dalam persamaan berikut :

Daya pisah = Panjang gelombang / tingkap numeris

r =                     λ
       NA objektif+NA kondenser



Dari tersebut dapat kita lihat bahwa makin pendek panjang gelombang atau makin besar tingkap numeris yang digunakan, maka makin kecil nilai r (daya pisah) atau makin tinggi resolusi suatu mikroskop. Jelaslah bahwa resolusi dan daya pisah mempunyai hubungan terbalik. Jadi, dapat kita katakan bahwa cahaya biru akan memberikan resolusi lebih baik daripada cahaya merah karena panjang gelombangnya lebih pendek. Karena gelombang terpendek cahaya kasat mata (visible light) ada pada batas ungu spektrum (380-460 nm), maka dapat dipasang sebuah filter ungu kebiru-biruan antara bola lampu dan kaca objek untuk menyerap gelombang-gelombang yang lebih panjang sehingga hanya cahaya biru dan ungu saja yang dapat lalu. Tapi karena kisaran spektrum cahaya kasat mata agak sempit, peningkatan resolusi dengan cara mengurangi panjang gelombang agak terbatas kegunaannya. Jadi, peningkatan resolusi akan jauh lebih nyata dengan cara menambah tingkap numeris sistem lensa objektif dan kondensornya.
Kondensor adalah system lensa pengumpul cahaya di bawah pentas yang memusatkan cahaya yang tersedia pada specimen. Kondensor dapat digerakkan ke atas dan ke bawah dengan cara mengatur tombol penyetel subpentas. Tingkap numeris (NA) adalah pernyataan matematis kerucut pada cahaya yang dihantarkan pada specimen oleh kondensor dan dikumpulkan oleh lensa objektif. Makin tinggi NA suatu objektif dan kondensor, makin banyak jumlah cahaya yang lewat ke atas melalui mikroskop dan makin tinggi pula resolusinya.
 Persamaan bagi NA adalah NA = n sin ɵ; n adalah indeks bias medium yang digunakan antara lensa objektif dan spesimen, sedangkan sin ɵ adalah sinus setengah sudut yang dibentuk suatu kerucut yang datang dari kondensor dan melewati spesimen ke dalam lensa muka objektif. Bila digunakan lensa objektif kering, maka n adalah indeks bias udara (n = 1). Akibat yang kurang menguntungkan dari lewatnya cahaya melalui udara dari kaca objek ke lensa objektif adalah bahwa banyak cahaya hilang yang disebabkan oleh perbedaan bias (refraktif) antara kaca dan udara. Kehilangan cahaya ini mengurangi tingkap numeris dan dengan demikian juga mengurangi resolusi lensa objektif. Gambar di atas melukiskan penyimpangan berkas-berkas cahaya ketika melewati kaca melalui udara, dengan akibat hilangnya sebagian cahaya. Bila digunakan objektif celup minyak, maka n adalah indeks bias minyak celup (n = 1,56) seperti untuk kaca); dengan ini dapat dicapai tingkap numeris sebesar 1,4. Jelaslah bahwa penggunaan minyak celup dapat meningkatkan resolusi lensa karena bertambah besarnya NA yang disebabkan oleh makin besarnya nilai sin n dan makin besarnya sudut ɵ.

Iluminasi.
Iluminasi yang baik merupakan bagian integral mikroskopi. Sekalipun matahari dapat menjadi sumber cahaya bagi mikroskop, bola lampu pijar lebih disukai di dalam pekerjaan-pekerjaan mikrobiologis karena warna, suhu, dan intensitasnya lebih mudah dikendalikan dan dimantapkan. Bila mikroskop dilengkapi dengan cermin untuk digunakan dengan lampu, selalu digunakan sisi cermin yang datar. Sebuah cermin datar memantulkan berkas-berkas cahaya pararel sebagaiman disyaratkan oleh mikroskop-mikroskop yang dilengkapi dengan kondensor. Di pihak lain, cermin cekung pada umumnya digunakan pada mikroskop yang tidak mempunyai kondensor karena dapat memusatkan lebih banyak cahaya pada lensa objektif.
Manipulasi kondensor dan diafragma iris sebagaimana mestinya penting untuk memperoleh kontras, kedalaman medan, dan daya pisah optimum. Karena kondensor dirancang sedemikian rupa sehingga berfungsi memusatkan semua berkas cahaya pada spesimen, maka harus dijaga agar kondensor terletak pada posisi tertinggi. Diturunkannya letak kondensor mengurangi tingkap numeris efektif dengan akibat berkurangnya daya pisah objektif celup minyak. Untuk memperoleh tingkap numeris yang dikehendaki, diperlukan kondensor dengan dua lensa atau lebih. Yang paling sering digunakan adalah kondensor Abbe dengan NA 1,25.
Banyaknya berkas cahaya yang memasuki lensa objektif berbeda-beda untuk setiap objektif. Dengan bertambahnya perbesaran, jarak kerja berkurang dan sudut membukanya objektif bertambah. Objektif dengan perbesaran yang lebih tinggi membutuhkan lebih banyak cahaya. Jumlah cahaya yang memasuki lensa objektif diatur oleh membuka dan menutupnya diafragma iris yang terletak antara kondensor dan jumlah cahaya. Bila digunakan lensa objektif berkekuatan rendah, terlampau banyak cahaya yang dibiarkan masuk menerangi medan akan mengakibatkan banyak berkurangnya kontras bayangan. Jadi, iluminasi yang berlebihan dalam hal ini dapat menghanguskan bayangan sehingga objek sukar dibedakan. Sebaliknya, bila digunakan objektif 100x dengan minyak celup, diafragma harus dibiarkan terbuka penuh pada kebanyakan mikroskop. Dalam hal ini, ditutupnya diafragma iris tidak dikehendaki karena mengurangi daya pisah yang disebabkan oleh berkurangnya NA kondensor.
Sudah barang tentu cermin, kondensor, dan lensa objektif serta lensa okuler harus selalu dijaga kebersihannya untuk memperoleh hasil optimum. Cara-cara pembersihannya dijelaskan dengan terperinci dalam prosedur.
Mikroskop dan bagian-bagiannya.



Figure 1. Generalized bright field microscope(1) A, eyepiece; B, diopta ring; C, eyepiece interpupillary slide. (2) Binocular inclined tube. (3) Revolving objective nosepiece. (4) Mechanical stage. (5) Sub-stage condenser assembly: A, swing-out top lens; B, centering screw (one each side of condenser carrier); C, aperture iris; D, filter carrier; E, auxiliary condenser lens. (6) Field stop diaphragm. (7) Lamp mount. (8) Base plate. (9) Coarse focus adjustment. (10) Fine focus adjustment. (11) Sub-stage condenser drive. (12) Operating knob for mechanical stage. (13) Stand with tube carrier.


A Generalised Bright-Field Microscope


Secara umum terdapat tiga bagian pada mikroskop ini yakni bagian statip, teropong, serta alat penerangan.
a         Statip.
Statip terdiri dari :
·         Kaki, berbentuk persegi, tapal kuda atau bentuk lain.
·         Tiang yang berfungsi menghubungkan kaki dengan tangkai, atau tiang dan tangkai, dapat berupa satu kesatuan.
·         Tangkai yang merupakan pendukung teropong.
·         Meja benda merupakan tempat untuk meletakkan sediaan yang akan kita lihat dengan mikroskop. Pada meja benda terdapat lubang yang berguna untuk meneruskan sinar dari bawah meja benda melalui sediaan terus ke teropong.
·         Sekrup-sekrup penggerak sediaan. Jumlahnya 2 buah terletak atau di samping meja benda, berguna untuk menggerakkan sediaan ke kiri dan ke kanan, ke muka dan ke belakang, sehingga kita dapat meletakkan sediaan atau bagian sediaan tepat di bawah teropong supaya kita dapat melihat bayangannya. Sediaan tersebut dijepit oleh jepit yang terletak pada bagian yang digerakkan oleh sekrup-sekrup tersebut. Mungkin pula seluruh meja benda dapat digerakkan ke muka dan ke belakang. Pada bagian yang bergerak tersebut dan pada tepi meja biasanya terdapat bagian skala, hingga dapat ditentukan dengan tepat tempat dari tiap bagian pada sediaan.
·         Sekrup-sekrup pengatur jarak antara teropong dan sediaan. Jumlahnya mungkin 1 atau 2. Letak sekrup ini mungkin pada tiang (jika yang digerakkan meja bendanya naik-turun sedang teropongnya tetap) atau pada tangkai (jika yang digerakkan teropongnya naik turun, sedang meja bendanya tetap). Jika jumlah sekrup hanya sebuah maka sekrup tersebut dapat memberikan gerakan (pada meja benda atau teropong) yang cepat maupun lambat. Jika jumlah sekrup ada 2 buah maka sekrup yang besar (sekrup makrometer) menggerakan meja benda atau teropong dengan gerakan yang cepat, sedang sekrup yang kecil (sekrup micrometer) menggerakkan meja benda atau teropong dengan gerakan yang lambat.
b        Teropong.
Ini terdiri dari :
·         Objektif
Ini merupakan lensa atau susunan lensa yang terdapat di bagian bawah  teropong yang menghadap pada sediaan. Biasanya terdapat 2, 3, atau 4 buah objektif terpasang bersama-sama pada bagian yang disebut revolver yang dapat berputar-putar, sehingga kita dapat memilih objektif mana yang akan kiat pakai yakni dengan menempatkan objektif tersebut lurus dengan buluh teropong. Objektif-objektif tersebut mempunyai perbesaran yang berlainan, biasanya 10x, 45x, dan 100x. 10x adalah perbesaran lemah dan 45x disebut perbesaran kuat. Bilangan-bilangan tersebut tertulis pada objektif-objektif yang bersangkutan.
·         Okuler.
Ini merupakan lensa atau susunan lensa yang terdapat di bagian atas teropong yang menghadap pada mata kita. Perbesarannya biasanya 5x, 6x, 10x, atau 12x. Okuler berada lepas pada tabung okuler, sehingga kita tidak boleh memegang mikroskop dengan terbalik karena lensa okuler dapat jatuh.
·         Buluh teropong.
Merupakan bagian mikroskop yang membatasi okuler serta objektif dengan revolvernya. Buluh teropong ini miring ke arah pemakai mikroskop serta dapat diputar-putar
c         Alat penerangan.
Alat ini terdiri dari :
·         Cermin
Merupakan alat untuk menangkap sinar. Biasanya terdapat 2 macam cermin yaitu datar dan cekung. Kalau keadaan cukup terang biasanya kita memakai cermin yang datar tetapi jika keadaan kurang terang atau jika pada pemakaian cermin datar kita dapati bayangan-bayangan benda yang terdapat di sekitar mikroskop, maka kita harus memakai cermin yang cekung. Sumber cahaya disini adalah matahari atau lampu.
·         Gelas filter.
Merupakan gelas yang berwarna biru atau hijau atau warna lainnya yang dapat dipasang di bawah lensa kondensor maupun di atas cermin. Gelas semcam ini boleh dipakai bila menggunakan lampu. Gelas filter memiliki keuntungan diantaranya mengurangi silau, menegaskan batas-batas dari sediaan, mengurangi panas.
·         Diafragma.
Merupakan bagian yang dapat membuka dan meuntup yang berguna untuk mengatur banyaknya sinar yang masuk ke dalam mikroskop. Membuka serta menutupnya dapat diatur dengan menggerakkan tangkai di tepi kondensor. Kalau diafragma membuka maksimal sinar yang masuk paling banyak, makin menutup diafragma tersebut maka makin sedikit sinar yang masuk.
·         Kondensor.
Merupakan bagian yang terdiri dari lensa-lensa yang berguna untuk pemusatan sinar. Kondensor tetap tidak dapat bergerak menempel di bawah meja benda atau ada pula mikroskop yang kondensornya dapat naik turun.
Prosedur penanganan dan pemeliharaan mikroskop.
1.      Bawalah mikroskop dalam posisi tegak dengan memegang tangkainya dengan satun tangan dan menyanggga dassarnya dengan tangan yang lain.
2.      Jagalah supaya dasar dan tubuh mikroskop bebas dari debu dengan cara menutupinya bila sedang tidak digunakan.
3.      Hindarkan mikroskop dari benturan tiba-tiba.
4.      Dengan secarik minyak yang halus, bersihkan minyak celup (bila ada) dari pantas dan penjepit kaca obyaek.
5.      Jangan menyentuh lensa dengan tangan. Bersihkan lensa obyektif celup minyak dan kondensor setelah digunakan.
6.      Jangan melepas lensa obyektif dari tempatnya untuk membersihkannya. Untuk membersihkan rutin lensa obyektif celup minyak, cukup menyekanya dengan kertas lensa kering. Pembersihan lensa dengan xyline (xylol) hanya dilakukan oleh asisten untuk mencegah larutnya perekat lensa.
7.      Jangan memiringkan mikroskop bila bekerja dengan obyektif celup minyak, karena besar kemungkinan minyak tersebut mengalir pada tempat-tempat yang sukar dibersihkan dan mengering disitu.
8.      Jangan melakuakan penyetelan mikroskop dengan paksa (penyetelan diafragma iris, kondensor, tombol-tombol penyetel obyektif kasar dan halus).
9.      Jangan menukarkan obyektif atau okuler mikroskop yang satu dengan kepunyaan yang lain.
10.  Kecuali sedang menyetel penyinaran, biarkan okuler pada tempatnya supaya debu tidak mengendap pada lensa obyektif bagian belakang. (Bergantung pada pabrik pembuatnya, ada mikroskop-mikroskop yang okularnya disekrup pada tabung tubuh mikroskop).
11.  Lensa okuler sangat peka terhadap pengetsaan (etching) oleh asam-asam yang ada pada keringat sehingga harus dibersihkan setiap setelah penggunaan. Caranya yaitu secara hati-hati-hati menyeka okuler dengan secarik kertas lensa yang dibasahi dengan setetes air suling,lalu keringakan dengan kertas lensa kering.
12.  Pasanglah lensa obyektif berkekuatan rendah pada posisi kerja bila mikroskop tidak digunakan.
13.  Simpanlah mikroskop tersebut di dalam lemari dan/atau di bawah tutup plastik. 
Cara Menggunakan Mikroskop
1.      Mencari Bidang Penglihatan.
·         Arahkan buluh teropong kepada pengamat.
·         Pilih objektif dengan perbesaran lemah untuk digunakan dengan memutar revolver hingga objektif tersebut terletak di atas lubang meja.
·         Difragma dibuka selebar-lebarnya.
·         Apabila menggunakan sumber cahaya dari cahaya matahari, maka cermin digerak-gerakkan untuk menangkap sinar hingga kita memperoleh bidang penglihatan yang putih bersih. Sering kita melihat garis hitam pada bidang penglihatan tersebut, itu adalah petunjuk yang ditempatkan di dalam okuler, berguna untuk menunjukkan suatu bayangan dari sediaan yang kita lihat.
2.      Mencari Bayangan Sediaan.
·         Meja benda agak diturunkan (dengan memutar sekrup penggerak).
·         Gelas benda dengan preparat yang kita lihat diletakkan di atas meja benda dan dijepit dengan penjepit.
·         Sambil dilihat dari samping, sediaan kita letakkan di bawah lensa objektif dengan menggunakan sekrup-sekrup penggerak sediaan.
·         Sambil dilihat dari samping, meja benda dinaikkan perlahan-lahan hingga lensa objektif hampir mengenai gelas penutup sediaan. Biasanya sebelum lensa objektif mengenai gelas penutup, meja benda tidak dapat digerakkan ke atas lagi. Dengan ini, maka bahaya pecahnya gelas penutup atau lensa objektif dapat dihindarkan.
·         Sambil kita melihat ke dalam teropong, meja benda kita turunkan perlahan-lahan dengan memutar sekrup penggerak. Pada suatu waktu akan kita lihat bayangan sediaan tersebut. Jika jarak antara gelas penutup dengan lensa objektif telah melebihi 1 cm, akan tetapi bayangan belum juga terlihat maka meja benda kita naikkan kembali dan kita turunkan perlahan-lahan. Apabila tetap tidak memperoleh bayangan maka kemungkinan besar sediaan belum terletak tepat di bawah lensa objektif. Maka, kita harus mengubah letaknya hingga benar-benar di bawah lensa objektif (dengan memutar-mutar sekrup penggerak sediaan). Kemudian kita ulangi pekerjaan di atas (menaikkan teropong) hingga kita memperoleh bayangan.
·         Bayangan tersebut dapat kita perjelas dengan cara :
a         Memutar-mutar sekrup hingga tinggi meja benda tepat pada tempat di waktu mana bayangan paling terlihat jelas.
b        Menurunkan kondensor untuk mengurangi pemusatan sinar (mengurangi silau) hingga batas-batas pada sediaan lebih tegas.
·         Jika kita ingin melihat bagian dari sediaan dengan perbesaran kuat maka kita dapat melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut :
a         Sambil melihat ke dalam teropong, sediaan kita geser-geser hingga bayangan dari bagian sediaan yang akan kita lihat berada di tengah-tengah bidang penglihatan dan bayangannya jelas.
b        Tanpa mengubah sekrup kasar maupun halus, revolver kita putar hingga objektif dengan perbesaran kuat tepat di bawah buluh teropong. Mulai saat ini, kita tidak boleh memutar-mutar sekrup penggerak meja benda secara cepat (bahaya lensa objektif menyentuh gelas penutup).
c         Kita lihat ke dalam teropong, biasanya telah terlihat bayangan samar-samar. Ini dapat ditegaskan dengan memutar sekrup penggerak dengan pelan atau memperbesar difragma. Jika dengan memutar-mutar sekrup halus bayangan yang dikehendaki belum juga terlihat, ini berarti bahwa bagian sediaan yang akan kita lihat belum berada di tengah-tengah betul dari bidang penglihatan. Kita kembali pada keadaan perbesaran lemah dan kita atur lebih seksama agar bagian sediaan tersebut berada di tengah-tengah betul dari bidang penglihatan seterusnya kita pindah ke keadaan perbesaran kuat dan kita lihat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar